Pilpres 2024
Dinilai akan Lanjutkan Program Jokowi, Ganjar Pranowo Ramai Dapat Suara dari Pendukung Presiden
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat suara dari responden pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) menunjukkan hasil yang berkorelasi antara elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan kepuasan kinerja pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, sejumlah responden yang menilai positif kinerja pemerintahan Jokowi, rupanya ramai memberikan suaranya untuk Ganjar.
Hal ini disinyalir berhubungan dengan banyaknya responden yang menganggap bahwa Ganjar akan mampu melanjutkan program-program Jokowi ke depannya.
Baca juga: Meski Ganjar Kembali Salip Anies dan Prabowo di Survei, Pilpres 2024 Diprediksi Penuh Ketidakpastian
Dalam hasil survei yang dilaksanakan pada periode 2 hingga 11 Maret 2023 tersebut, sebanyak 79,6 persen menilai positif kinerja pemerintah di bidang ekonomi politik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen di antaranya mendukung Ganjar.
"Pemilih yang positif menilai kinerja pemerintah yang jumlahnya 79,6 persen sangat besar ini, cenderung memilih Ganjar, dibanding Prabowo atau Anies," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dikutip Kompas.com, Selasa (28/3/2023).

Baca juga: Santer Duet Prabowo-Ganjar di Pemilu 2024, Pengamat Politik Sebut Ada Tiga Orang yang Bisa Wujudkan
Dari total responden pendukung pemerintah, sebanyak 25 persen mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, sementara 23 persen lainnya mendukung eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Hal ini disinyalir adanya anggapan bahwa Ganjar dinilai dapat melanjutkan program-program yang disusun oleh Jokowi.
Terbukti dari 35 lebih responden yang memilih Ganjar sebagai sosok kandidat capres yang dinilai bisa menggantikan Jokowi menjalankan programnya,
"Ada 35,8 persen yang paling banyak disebut sebagai capres yang bisa melanjutkan program-program pemerintahan Jokowi adalah Ganjar Pranowo," terang Deni dikutip Kompas.com.
Di urutan kedua tertulis nama Prabowo dengan kepercayaan responsen sebanyak 23,9 persen.
Sementara itu, kandidat yang dinilai tak akan melanjutkan program-program Jokowi adalah Anies.
"Yang paling banyak disebut sebagai capres yang kemungkinan besar tidak akan melanjutkan program yang telah dijalankan pemerintahan Jokowi adalah Anies Baswedan," lanjutnya.
Baca juga: Jokowi Tunjukkan Sinyal Dukung 2 Capres di 2024, Pengamat Ungkit Rambut Putih dan Wajah Berkerut
Penyebab Elektabilitas Ganjar Pranowo Selalu Tinggi
Pengamat politik Denny Siregar menilai ada sejumlah faktor yang membuat elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selalu memuncaki survei capres.
Padahal, Ganjar sama sekali belum melakukan kampanye atau bahkan mengeluarkan biaya untuk mempromosikan dirinya.
Dilansir TribunWow.com, Denny lantas menilai Ganjar banyak dipercaya masyarakat karena aktif melakukan promosi dua arah.
Baca juga: Batal Dukung Ganjar Pranowo, Eks GP Mania Deklarasikan Prabowo Subianto Jadi Capres, Ini Alasannya
"Ganjar Pranowo mempunyai tingkat elektabilitas yang tertinggi. Artinya, orang banyak yang ingin dia jadi calon Presiden," tutur Denny dikutip kanal YouTube Cokro TV, Rabu (22/2/2023).
"Ini modal yang sangat besar untuk publik figur yang populer, sekaligus orang ingin dia menduduki sebuah jabatan."
Menurut Denny, Ganjar selalu menginformasikan kegiatan dan kinerjanya hanya melalui media sosial.

Baca juga: Ganjar Pranowo Angkat Suara soal Kasus Rudapaksa oleh 6 Pemuda di Brebes, Singgung LSM BPPI
Selain murah, platform tersebut juga dinilai lebih mengena di masyarakat jika dibandingkan dengan spanduk, kalender atau baliho wajah seperti pada umumnya.
"Ganjar Pranowo adalah hasil dari promosi aktif, atau promosi dua arah," ujar Denny.
"Dia enggak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mengenalkan wajahnya ke banyak daerah lewat spanduk dan baliho."
"Dia menginformasikan kerjanya sebagai Gubernur Jawa Tengah lewat media sosial. Sebuah campaign yang murah meriah dan membekas."
Menurut Denny, masyarakat di jaman sekarang sudah semakin pandai mengukur kinerja para calon pemimpin.
Sehingga, informasi yang dibagikan Ganjar, akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dibandingkan promosi satu arah.
"Orang sudah tidak percaya lagi dengan 'iklan' wajah, tapi orang lebih menyoroti kinerja seseorang," tutur Denny.
"Padahal Ganjar belum kampanye. Dia belum promosi dirinya karena dia belum merasa sebagai calon presiden resmi."(TribunWow.com/Via)