Berita Viral
Viral Aksi Heroik Karyawan BPR Arta Kedaton Bandar Lampung Gagalkan Perampokan: Saya Reflek Jatuhin
Karyawan Bank BPR Arta Kedaton Makmur Bandar Lampung, bernama Rendy Adhitya membeberkan kisah heroiknya menggagalkan perampokan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Rendy Adhitya, karyawan Bank Perkreditan Rakyat Arta Kedaton Makmur Bandar Lampung, Lampung, berhasil menggagalkan perampokan bersenjata di tempat kerjanya pada Jumat (17/3/2023).
Dilansir TribunWow.com, Rendy yang dibantu beberapa rekannya, berhasil membekuk pelaku berinisial HG yang kini telah ditahan polisi.
Ditemui seusia memberikan kesaksian di Mapolresta Bandar Lampung, Rendy mengaku reflek berusaha menjatuhkan pelaku.
Baca juga: Viral Ayah di Ciracas Tabrak Begal yang Rampok Motor Anaknya: Langsung Saya Kejar Pelaku
Ia menubruk pelaku dari belakang kemudian, memegang kepala sebelum dijatuhkan ke lantai dan dipiting.
"Saya tadi refleks saja menggagalkan pelaku perampokan tersebut, jadi bukan saya saja yang menjatuhkan pelaku tersebut," terang Rendy dikutip Tribunbandarlampung.com, Jumat (17/3/2023).
"Pada saat kejadian itu saya reflek saja dan saya langsung jatuhin begitu saja, dan pas dia (pelaku) itu jatuh saya cepat pegang pelaku tersebut," lanjutnya.

Baca juga: Viral Video Perampokan BPR Arta Kedaton Bandar Lampung, Pelaku Tenteng 2 Senpi lalu Tembaki 3 Korban
Meski nekat melumpuhkan pelaku, Rendy rupanya sempat gugup hingga takut tertembak.
Namun ia bersyukur karena berhasil selamat dari peristiwa menegangkan tersebut.
"Alhamdulilah saya aman-aman saja serta sehat walafiat," tandasnya.
Dalam konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (17/3/2023), pihak kepolisian menjelaskan pelaku ternyata berjumlah 3 orang.
HG sebagai eksekutor, sementara dua rekan lain menunggu di atas motor di depan Bank Mayora yang berhadapan dengan BPR Arta Kedaton.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto membeberkan bahwa pelaku mengawasi satpam BPR Arta Kedaton Toto Alexander dan teller Agnes saat mengambil uang dari Bank Mayora sebesar Rp 300 juta.
Keduanya lantas kembali ke BPR Arta Kedaton dengan dikawal satpam Bank Mayora bernama Kismanto.
Tiba-tiba pelaku datang dari belakang merebut tas yang dipegang Tito dan sempat terjadi tarik-menarik.
"Pelaku mengeluarkan Senjata Air Softgun dan langsung menembakkan senjata api tersebut ke arah Satpam Tito dan mengenai perut samping sebelah kiri," terang Ino dikutip Tribunbandarlampung.com.