Liga 1
Panser-Snex Siap Sabar? Vitinho Potensi Comeback Bela PSIS Semarang Jelang Akhir Musim, Ini Sebabnya
Vitinho mengalami cedera hamstring dan akan potensi kembali perkuat PSIS Semarang jelang Liga 1 2022/2023 berakhir.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Lantas, apa dua mimpi buruk yang harus segera dipecahkan oleh Gilbert Agius?
1. Kehilangan Wahyu Prasetyo
Mimpi buruk pertama yang harus segera dipecahkan adalah mencari sosok pengganti bek tengah andalan Laskar Mahesa Jenar, Wahyu Prasetyo.
Kehilangan Wahyu Prasetyo atau kerap disapa Hulk sebagai tandem Alfeandra Dewangga memang sangat terasa.
Hal itu dapat dilihat saat PSIS Semarang berlaga kontra Bhayangkara FC di pekan ke-28.
Sektor belakang PSIS Semarang yang saat itu diisi oleh Alfeandra Dewangga dan Taufik Hidayat tak mampu menahan gempuran Bhayangkara FC.
Imbasnya, tiga gol bersarang di gawang PSIS Semarang yang dikawal oleh Adi Satryo.
Padahal sebelumnya kala Wahyu Prasetyo bermain, PSIS Semarang terakhir kali kebobolan tiga gol kala bersua Persib Bandung di pekan ke-21.
Saat itu, PSIS Semarang harus puas ditekuk di depan publik sendiri dengan skor 1-3.
Seusai laga tersebut, duet Alfeandra Dewangga dan Wahyu Prasetyo berbenah.
Hasilnya, rasio kebobolan PSIS Semarang hanya mencapai 1 gol saja di setiap laga.
Bahkan sukses tak terkalahkan sejak pekan ke-22 hingga 27.

Baca juga: PSIS Semarang Jalani Sesi Latihan Bersama, Snex-Panser Malah Cari 2 Sosok Ini hingga Desak Manajemen
2. Kalah Head to Head
Mimpi buruk kedua yang harus dipecahkan oleh Gilbert Agius tak lain berkaitan dengan catatan buruk PSIS Semarang kala bersua Madura United.
Pelatih asal Malta itu harus bisa memberikan suntikan motivasi lebih agar para penggawa PSIS Semarang tak terpaku dengan rekor buruk yang selama ini mereka alami kala bersua Madura United.