Berita Viral
Jokowi Sindir Gaya Hidup Mewah Pejabat yang Disorot Buntut Kasus Mario Dandy: Pantas Rakyat Kecewa
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), meminta agar Kementerian maupun Kepala Lembaga mendisiplinkan anak buah agar takpamer kekayaan dan kekuasaan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Itu sebuah, kalau aparat birokrasi, sangat-sangat tidak pantas," tandasnya.
Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mencopot Rafael Alun Trisambodo dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jakarta Selatan II.
Pencopotan Rafael Alun merupakan buntut aksi penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy pada D (17) anak pengurus GP Ansor.
Baca juga: KPK Temukan Indikasi Adanya Geng Rafael Alun Ayah Mario Dandy di Tubuh Direktorat Jenderal Pajak
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 01.49:
Sri Mulyani Singgung Pengkhianat dan Musuh
Setelah kasus penganiayaan yang dilakukannya viral, terungkap gaya hidup mewah Mario Dandy selama ini.
Di media sosial, ia kerap memamerkan kehidupan mewah, terutama sejumlah mobil offroad dan motor gede.
Menteri Keuangan Sri Mulyani lantas mengumumkan pencopotan pada ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo, dalam konferensi pers terkait penanganan internal di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jumat (24/2/2023).
"Pada tanggal 23 Februari yang lalu inspektorat jenderal telah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan, di dalam rangka untuk Kemenkeu mampu melangsungkan pemeriksaan, maka mulai hari ini saudara RAT saya minta untuk dicopot dari tugas dan jabatannya," ungkap Sri Mulyani, dikutip dari Tribunnews.
Sri Mulyani berharap pemeriksaan terhadap Rafael dilakukan secara terliti dan profesional.
Apalagi belakangan diketahui Rafael memiliki kekayaan senilai Rp 56,10 miliar.
Total kekayaan Rafael Alun tercacat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.

Baca juga: Viral Maki Polisi, 3 Debt Collector Jadi Bulan-bulanan Aparat: Kemarin Gagah Sekarang Terbirit-birit
Sementara itu, Sri Mulyani lantas menyoroti gaya hidup mewah Mario Dandy.
Menurut Sri Mulyani, perilaku bermewah-mewahan anak pejabat negara tak sepatutnya dilakukan.
"Sebagai bendahara negara, kepercayaan masyarakat tidak boleh dikhianati dan tidak boleh dikompromikan," ungkap Sri Mulyani.