Breaking News:

Liga 1

PSS Sleman Krisis Bek Tangguh di Lini Belakang? Seto Nurdiantoro Bisa Coba Ubah Posisi Sosok Ini

Sektor belakang PSS Sleman saat ini tengah menjadi sorotan setelah menjadi tim dengan kebobolan terbanyak kedua di Liga 1 2022 sejauh ini.

Instagram @psssleman
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro (kiri) dan skuad PSS Sleman saat lakoni sesi latihan bersama (kanan) pada postingan Instagram @psssleman. Seto Nurdiantoro bisa pertimbangkan sosok ini untuk jadi leader di lini belakang PSS Sleman. 

TRIBUNWOW.COM - Lini belakang tak dipungkiri menjadi satu di antara permasalahan besar yang dialami PSS Sleman pada gelaran Liga 1 2022 terutama putaran kedua.

Dilansir TribuNWow.com, PSS Sleman menjadi tim dengan pertahanan terapuh ketiga di musim 2022/2023.

Tercatat, dari 26 pertandingan, gawang PSS Sleman telah kebobolan sebanyak 39 gol.

Hanya lebih baik dari RANS Nusantara FC dengan kebobolan 62 gol.

Baca juga: Skema Modern Sukses Buat Persija, Persib dan PSM Menggila, Seto Yakin Tak Ingin Pakai di PSS Sleman?

Dan juga Barito Putera dengan catatan kebobolan mencapai 43 gol.

Catatan buruk PSS Sleman itu membuat posisi tim berjuluk Super Elja tersebut saat ini terperosok di posisi ke-14 klasemen sementara.

PSS Sleman baru meraup 28 poin dari 26 pertandingannya di Liga 1 2022.

Lebih parahnya, PSS Sleman mencatatkan rasio kekalahan terbesar kedua setelah RANS Nusantara FC.

Klub kebanggaan BCS-Slemania itu tercatat telah meorehkan kekalahan sebanyak 14 kali dari 26 laga.

Atau hanya memiliki 1 margin kekalahan lebih apik dari RANS Nusantara FC yang kalah sebanyak 15 kali dari 26 pertandingan.

Lantas, apa yang menyebabkan rekor-rekor buruk itu kini melekat ke PSS Sleman?

Tentu, yang paling mencolok adalah gagalnya lini belakang PSS Sleman dalam menjalin koordinasi.

Kehilangan Tallyson Duarte akibat cedera parah dan tak memutuskan membeli pemain belakang asing lainnya membuat lini belakang Super Elja sangat rapuh.

Kwartet pemain belakang yakni Nurdiansyah (24), Ifan Nanda (21), Dedy Gusmawan (37) dan Purwaka Yudhi (38) tak cukup bagi PSS Sleman untuk arungi putaran kedua.

Terlebih, jika hanya mengandalkan Nurdiansyah dan Ifan Nanda yang memang patut diakui masih minim pengalaman berkiprah di kasta tertinggi Liga 1 2022.

Halaman
123
Tags:
PSS SlemanSeto NurdiantoroLiga 1 2022
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved