Berita Viral
Masih Trending di Twitter, 2 Menteri Jokowi Bereaksi soal Viral Kasus Anak Pejabat DJP Arogan
Kasus viral penganiayaan dan pamer harta yang dilakukan oleh anak seorang pejabat DJP Jaksel sampai saat ini masih terus menjadi pusat perhatian.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Sosok Mario Dandy Satriyo alias MDS (20) masih terus menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia seusai melakukan penganiayaan terhadap David selaku anak dari pengurus pusat GP Ansor pada Senin (20/2/2023) malam.
Di Twitter, tagar David masih menjadi trending urutan ke-9 dan telah dicuitkan sebanyak 252 ribu kali.
Kasus viral ini semakin besar seusai terbongkar kelakuan pelaku yang ternyata berstatus sebagai anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan kerap pamer kekayaan di media sosial (medsos).
Baca juga: Anaknya Viral Hajar Orang dan Pamer Harta di Medsos, Pejabat DJP Jaksel Dipanggil Kemenkeu
Dilansir TribunWow, saat ini telah ada dua menteri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang ikut memberikan atensi terhadap kasus ini.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut lewat akun Twitternya @YaqutCQoumas, Kamis (23/2/2023) mencuitkan sebuah foto menampilkan dirinya tengah menjenguk David yang terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit.
Dalam kolom captionnya, Gus Yaqut menegaskan bahwa dia telah menganggap David seperti anaknya sendiri.
"Anak kader, anakku juga. Catat ini!" tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani lebih dulu bersuara menanggapi kasus yang viral ini.
Lewat akun Instagram @smindrawati,, ada dua hal yang menjadi perhatian Sri Mulyani dalam kasus ini.
Pertama adalah mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku dan mendukung aparat berwenang untuk mengambil langkah hukum tegas.
Kedua, Sri Mulyani mengecam sikap pelaku yang kerap memamerkan gaya hidup mewahnya.
Sri Mulyani menjelaskan bagaimana gaya hidup mewah pejabat dapat mengurangi rasa kepercayaan masyarakat terhadap instansi.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Sri Mulyani:
"Tadi malam saya mendapat laporan mengenai kejadian tersebut yang ramai beredar di media sosial.
Saya menginstruksikan tim Kemenkeu sbb: