Berita Viral
Intel TNI Dikeroyok Ormas, Komandan Kodim Buka Suara soal Kronologi Tak Diberi Izin Nyanyi
Komandan Kodim 0204/DS buka suara soal insiden pengeroyokan yang menyasar anggota intel TNI di sebuah kafe di Deli Serdang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Anggota TNI Serka Amosta Bangun masih menjalani perawatan seusai menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila.
Pengeroyokan yang viral di medsos ini diketahui terjadi di sebuah kafe di Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, (18/2/2023) dini hari.
Dikutip TribunWow dari Tribun-Medan, Komandan Kodim 0204/DS, Letkol Czi Yoga Febrianto menyampaikan bahwa masih ada pelaku pengeroyokan yang belum ditangkap.
Baca juga: Viral Siswi SMP di Bone Tewas seusai Dirudapaksa Ramai-ramai, Laporan Sempat Tak Diproses Polisi
Letkol Yoga enggan berkomentar secara detail terkait kronologi pengeroyokan yang terjadi.
"Biasalah, di warung mungkin salah paham atau perselisihan. Karenakan pelakunya belum ditangkap semua. Permasalahannya apa, kita kan enggak tahu. Kita enggak bisa menyimpulkan sepihak juga. Karena korban juga masih sakit," ucap Letkol Yoga.
Diketahui ada 11 orang oknum anggota Ormas yang mengeroyok Serka Amosta.
Letkol Yoga menjelaskan, saat ini ia belum bisa menyimpulkan bagaimana kondisi fisik bawahannya tersebut apakah akan cacat permanen atau tidak.
"Sekarang sedang pengobatan. Matanya pun masih diperban," terangnya.
"Dokter lah nanti yang tau," kata dia.
Sebagai informasi, Anggota TNI yang dipukuli oleh para pelaku adalah tergabung dalam unit Intel Kodim 0204/DS.
Baca juga: Viral Video Kondisi Rombongan Kapolda Jambi di Hutan, Ada yang Tak Bisa Bergerak Diduga Patah Tulang
Menurut pengakuan korban, ia dan dua kawannya baru saja melakukan kegiatan memonitor wilayah Kecamatan STM Hilir.
Ia dan dua rekannya yakni Udin Prangin-angin dan anggota Ormas AMPI STM Hilir bernama Jhon kemudian mampir ke sebuah kafe.
Di dalam kafe tersebut sudah ada 11 oknum anggota PP bersama pimpinan mereka yakni Insanul Afwa.
Awalnya Serka Amosta dan dua rekannya memesan minuman.
Saat memesan minuman, Udin meminta izin untuk menyanyi.