Gempa di Turki
Viral Bayi di Turki Selamat seusai 68 Jam Tertimbun Reruntuhan, Takbir Langsung Dikumandangkan
Keajaiban kembali terjadi di Turki di mana terdapat bayi yang tertimbun reruntuhan selama 68 jam ditemukan dalam kondisi selamat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kalimat Allahu Akbar (Allah Maha Besar) terus-terusan dikumandangkan ketika tim SAR di Turki berhasil menemukan bayi perempuan dalam kondisi selamat di bawah reruntuhan bangunan.
Takbir terus diucapkan saat warga dan personil penyelamat mengevakuasi bayi dari reruntuhan.
Dikutip TribunWow dari aljazeera, diketahui bayi tersebut telah terjebak selama 68 jam di bawah puing-puing bangunan sebelum akhirnya ditemukan.
Baca juga: Terlambat 12 Jam Kirim Tim SAR seusai Gempa Terjadi, Pemerintah Turki Kini Diamuk Warga
Pada video yang beredar, tampak wajah bayi tersebut kotor berwarna abu terkena debu reruntuhan bangunan.
Saat dievakuasi, tim penyelamat segera membungkus selimut di badan bayi tersebut.
Kejadian ini diketahui terjadi di Kota Hatay, Turki.
Menurut pengakuan tim penyelamat, bayi itu diketahui bernama Helen.
Saat ini sang bayi dalam kondisi sehat dan terus dipantau oleh tim medis.
Di sisi lain, masyarakat Turki kini tengah marah terhadap pemerintahan Recep Tayyip Erdogan.
Amarah warga Turki ini disebabkan oleh lambannya pemerintah saat mengirimkan bantuan tim SAR seusai terjadinya gempa bumi pada Senin (6/2/2023) kemarin.
Dikutip TribunWow dari aljazeera, di Kota Gaziantep yang sangat terdampak gempa, bantuan tim SAR baru datang 12 jam setelah bencana terjadi.
Ketika mereka datang pada malam hari, tim SAR hanya bekerja beberapa jam sebelum akhirnya berhenti untuk istirahat di malam hari.
Warga Turki bernama celal Deniz (61), aksi protes warga pada Senin (6/2/2023) kemarin sempat dilerai oleh pihak kepolisian.
Deniz juga mempertanyakan di mana tabungan dana gempa milik pemeirntah yang telah dikumpulkan sejak tahun 1999 silam.
Sebagai informasi, pemerintah Turki menarik uang pajak dari rakyatnya yang dialokasikan sebagai tabungan jika terjadi bencana gempa bumi.