Gempa di Turki
Viral Video Ibu di Suriah Meninggal seusai Melahirkan Bayi dalam Kondisi Tertimpa Reruntuhan
Sebuah keajaiban kecil terjadi di tengah bencana alam gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video beredar di media sosial (medsos) twitter menampilkan terjadinya sebuah keajaiban di tengah bencana gempa bumi yang terjadi di Suriah dan Turki.
Seorang ibu di Suriah melahirkan bayi dalam kondisi tertimpa reruntuhan bangunan.
Dikutip TribunWow dari dailymail, kejadian ini diketahui terjadi di wilayah timur Suriah, tepatnya di wilayah Deir Ezzor.
Baca juga: WHO Peringatkan Korban Jiwa Gempa di Turki dan Suriah Dapat Naik hingga 8 Kali Lipat karena Ini
Dalam video tersebut tampak seorang pria menggendong bayi tersebut keluar dari puing-puing bangunan.
Terlihat bayi yang digendong oleh pria tersebut masih berwarna merah dan tampak kotor karena terkena debu.
Seorang pria lain tampak berlari sambil melemparkan sebuah selimut tebal namun kotor kepada pria yang membopong bayi tersebut.
Mirisnya, ibu dari bayi perempuan ini meninggal dunia tak lama setelah melahirkan buah hatinya dalam kondisi minim peralatan dan bantuan dokter serta perawat.
Hingga Selasa (7/2/2023), jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Turki dan Suriah telah lebih dari 5 ribu orang.
Organisasi Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO) memperingatkan bahwa korban tewas akibat gempa di Turki dan Suriah dapat meningkat hingga 8 kali lipat.
Dikutip TribunWow dari bbc, peringatan ini disampaikan oleh Pejabat Darurat Senior WHO untuk Eropa, Catherine Smallwood.
Baca juga: Viral Foto Anjing Disebut Temukan Korban Gempa Turki, Dipastikan Hoaks, Begini Fakta Sebenarnya

Menurut keterangan Catherine, lonjakan korban jiwa ini akan disebabkan oleh ditemukannya korban-korban tewas yang tertimpa reruntuhan bangunan.
"Kita selalu melihat hal yang sama dalam gempa bumi," kata Catherine.
Catherine menjelaskan, naiknya angka korban jiwa gempa di Turki dan Suriah akan terus terjadi hingga minggu depan.
Catherine juga memperingatkan bahwa bahaya gempa bumi belum berakhir karena hancurnya tempat tinggal para warga akan mempersulit kondisi hidup para warga yang akan menghadapi musim dingin.
Pemerintah Turki sendiri menyatakan tidak bisa memprediksi berapa banyak jumlah korban jiwa akan bertambah.