Konflik Rusia Vs Ukraina
Di Ukraina, Pasukan Garis Depan Lawan Invasi Rusia Meminta Lebih Banyak Tank dan Amunisi
Seorang tentara Ukraina yang bertugas menetapkan target dan menembak mulai ragu soal amunisi dari negara baratu untuk serang Rusia.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Setelah berminggu-minggu sempat terhenti membantu Ukraina, Negara Barat mulai kembali memasok amunisi.
Para pendukung Ukraina setuju memasok tank tempur modern terbaru, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Pasokan senjata itu menjadi penentu serangan yang dilakukan oleh Rusia.
Baca juga: Dicap Pengkhianat, Perwira Senior Tentara Rusia Bongkar Kekejaman Atasannya terhadap Tahanan Ukraina
Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, seorang tentara Ukraina yang bertugas menetapkan target dan menembak mulai ragu soal amunisi.
"Bagi saya, saya melihat perang ini lebih sebagai perang artileri dan senjata berat, bukan infanteri," ucap sang tentara, Gunner Igor Khonko, Senin (6/2/2023).
“Tentu saja, ada pertempuran infanteri tetapi yang utama adalah artileri, tank, dan kekuatan udara,” tambahnya.
"Saya pikir jalannya perang akan berubah ketika kita menerima senjata berat: tank, pengangkut personel lapis baja, dan roket jarak jauh."
Baca juga: Menteri Putin Sebut Ada Negara Tetangga akan Jadi Ukraina Jilid 2 yang Musuhi Rusia
Bagi Khonko, bantuan dari negara barat itu tak bisa segera datang.
Tetapi kebutuhan yang lebih mendesak adalah amunisi baru.
“Saat ini kami kekurangan peluru. Di beberapa bagian depan, Anda lebih banyak menggunakan tank daripada artileri,” katanya.
Tank usang juga masih digunakan Ukraina dalam perlawanan.
Tank tua itu masih buatan tahun 1980 bahkan saat Zelensky melakukan wajib militer.
Meskipun ada beberapa modifikasi, tapi tidak banyak yang berubah. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)