Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Menyebut Senjata Kiriman Barat Bisa Memperlambat Serangan Rusia

Jika GLSDB benar akan dikirimkan Amerika Serikat untuk Ukraina, maka akan menjadi ancaman serius bagi Rusia.

YouTube Al Jazeera English
Kondisi kota Soledar, Donetsk, timur Ukraina yang hancur akibat perang antara angkatan bersenjata Ukraina dengan grup Wagner utusan Rusia, diunggah Rabu (11/1/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Amerika Serikat dan beberapa negara barat mulai merespons permintaan senjata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, Amerika Serikat bahkan sudah berencana mengirimkan senjata jarak jauh baru untuk Ukraina, Kamis (2/2/2023).

Senjata baru tersebut bernama Ground Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), yang memiliki kemampuan capai target dua kali lipat.

Baca juga: Ukraina Mulai Kewalahan Hadapi Gempuran Rusia dari Berbagai Arah, Pasukan Elite Terus Berdatangan

Hal itu lebih canggih dibanding Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang sudah dipasok AS sebelumnya.

Jika GLSDB benar akan dikirimkan, maka akan menjadi ancaman serius bagi Rusia.

Senjata itu memiliki panjang 151 km yang akan menempatkan Rusia di posisi terdesak dalam jangkauannya.

Selain itu negara wilayah Krimea yang diduduki Rusia juga akan berencana direbut kembali.

Baca juga: Curhat Tentara Ukraina ke Media, Sadar Diri Semakin Sulit Menang Lawan Pasukan Rusia

Ini akan memaksa Rusia untuk memindahkan pasokannya lebih jauh dari garis depan.

Juga membuat tentaranya lebih rentan dan sangat memperumit rencana serangan baru.

“Ini bisa memperlambat (serangan Rusia) secara signifikan,” kata Andriy Zagorodnyuk, mantan menteri pertahanan Ukraina.

“Sama seperti HIMARS yang secara signifikan memengaruhi jalannya peristiwa, roket ini dapat lebih memengaruhi jalannya peristiwa.”

Baca juga: Lukiskan Kekejaman Grup Wagner di Medan Perang Ukraina, Eks Komandan Rusia: Menyesal sempat di Sana

GLSDB adalah bom luncur berpemandu GPS yang dapat bermanuver untuk mencapai target yang sulit dijangkau seperti pusat komando.

Dibuat bersama oleh SAAB AB dan Boeing Co, itu menggabungkan Bom Diameter Kecil (SDB) GBU-39 dengan motor roket M26, keduanya umum dalam persediaan AS.

Itu belum kompatibel dengan HIMARS, tetapi Amerika Serikat akan memberi Ukraina peluncur baru untuk roket.

GLSDB dapat dikirimkan paling cepat pada musim semi 2023, menurut dokumen yang ditinjau. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved