Kabar Tokoh
Sindir Kepala Daerah, Ganjar Minta Komplain Warga Dihadapi: Anda Dibayar sama Rakyat untuk Stres
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada walikota dan bupati di Jateng.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Dalam unggahan terbarunya ini, Ganjar menjelaskan bahwa renovasi RTLH di Jateng telah berlangsung dari tahun 2016.
Ganjar menyampaikan bahwa dana yang digunakan untuk melaksanakan program ini beragam, mulai dari APBD, dana relawan, hingga BAZNAS.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Ganjar:
"Salah satu target kita di Jawa Tengah dalam pengentasan kemiskinan adalah merenovasi rumah tidak layak huni. Dan alhamdulillah sudah 1,04 juta RTLH yang kita bangun.
Memang belum bisa sepenuhnya bisa kita eksekusi tapi setidaknya ikhtiar ini akan terus kita jalankan. Berbagai sumber pendanaan kita optimalkan, mulai dari APBD, APBN, CSR perusahaan swasta, BUMN dan BUMD, Baznas sampai filantropis.
Cara gotong royong seperti inilah yang kita gunakan untuk memberantas kemiskinan. Karena memang demikianlah mestinya."
Dalam unggahan ini, masih ada komentar dari warganet yang menyerang Ganjar soal Baznas.
"RENOV RUMAH KADER PDIP PAK? YG PAKE DANA BAZNAS JATENG ITU BUKAN SI YA? KOK TWITNYA DIHAPUS SI PAK? DAH TRENDING LHO," tulis @brilieraa.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Kembali Puncaki Survei Capres, Ini Kaitannya dengan Jokowi dan Erick Thohir

Klarifikasi Ganjar soal BAZNAS
Dikutip TribunWow dari TribunJateng, mengklarifikasi soal bantuan Baznas, Ganjar menegaskan awalnya ia hanya inggin menggunakan dana pribadi saat memberikan bantuan.
Ganjar menyampaikan, ia mengetahui Baznas turut memberikan bantuan saat berada di lokasi.
Baznas sendiri mengeluarkan dana Rp 20 juta untuk bantuan renovasi rumah kader PDIP.
Menurut keterangan Ganjar, bantuan dari Baznas tersebut masih ia tambah dari kantong pribadinya sendiri.
"Saya estimasi pasti kurang karena untuk pembangunan sampai jadi butuh sekitar Rp 50 juta," kata Ganjar, Sabtu (31/12/2022).
"Nah sisanya nanti saya yang menyelesaikan," katanya di Semarang."