Pilpres 2024
Tak akan Usung Ganjar Pranowo, Megawati Dinilai Lebih Pilih Puan Maharani Jadi Capres karena Ini
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai tak akan mengusung Ganjar Pranowo dan justru mempersiapkan putrinya sendiri, Puan Maharani di Pilpres 2024.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai tak akan menjadi kandidat capres yang diusung PDIP dalam Pilpres 2024.
Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono menuturkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri justru mempersiapkan putrinya sendiri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Hal ini disimpulkan Teguh dari sikap para petinggi partai yang tidak memberikan angin atau porsi saat acara HUT ke-50 PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023).
Baca juga: PSI Minta Maaf Telah Dukung Ganjar Pranowo, Mengaku Adik PDIP seusai Disindir Megawati
Menurut Teguh, Megawati hanya melihat Ganjar sebagai kader yang bertugas menjabat sebagai gubernur.
Ia pun sama sekali tak menunjukkan perhatian pada Ganjar lantaran dapat membuat posisi politik Puan menurun.
“Karena (ini) sebuah sign atau tanda politik bahwa Megawati sebenarnya sedang mempersiapkan Puan Maharani menjadi presiden,” ujar Teguh dikutip Kompas.com, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Puan Maharani Minder? Anak Megawati Tak Yakin bakal Terpilih Jadi Capres 2024 dari PDIP
Di sisi lain, Teguh melihat kesamaan antara nasib yang menimpa Ganjar dengan Presiden RI Joko Widodo di masa lalu.
Pasalnya, ketika Jokowi belum mendapat lampau hijau, perlakuan Megawati terhadapnya masih sama seperti pada kader lain.
Seperti halnya Jokowi, Ganjar juga mendapat elektabilitas tertinggi dan disebut menjadi rival Puan.
“Tapi karena survei begitu kuat dan Puan secara politik masih anak-anak, maka pilihan jatuh kepada Jokowi. Sebuah pilihan yang tidak mungkin tidak dilakukan Megawati pada waktu itu. Tapi pertanyaannya, apakah akan begitu lagi?," tutur Teguh.
Megawati mengatakan yang akan dicalonkan dari PDIP adalah mereka yang punya ideologi dan telah bekerja untuk partai.
Lewat pernyataan tersebut, Teguh menilai Megawati tak ingin didikte oleh hasil survei dan tetap memilih putrinya sendiri.
“Itu artinya Bu Mega ignore terhadap hasil survei. Beliau ingin fokus ideologi PDIP dan arahnya ke Puan. Apalagi beliau berkali-kali mengatakan perempuan harus berani tampil, perempuan harus aktif dalam politik, perempuan juga mampu memimpin, ini sebenarnya sinyal yang arahnya ke Puan Maharani,” kata Teguh.
“Bagaimana dukungan Bu Mega, gestur-gestur politiknya memang tidak ke Ganjar Pranowo. Justru ini saya kira yang akan menjadi hal menarik yang akan kita cermati beberapa waktu ke depan."
Sementara itu, para relawan dan kader PDIP begitu antusias menyambut Ganjar di acara HUT ke-50 PDIP.