Liga 1
Calonkan Diri Jadi Ketum PSSI, Apakah Erick Thohir Lepas Jabatan sebagai Menteri BUMN bila Terpilih?
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI periode 2023-2027.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI periode 2023-2027.
Dilansir oleh TribunWow.com, Erick Thohir mengembalikan berkas ke Kantor PSSI di GBK Arena, Jakarta, Minggu (15/1/2023) siang.
Erick Thohir disambut oleh dua anggota Exco PSSI Hasani Andulghani dan Pieter Tanuri saat tiba di kantor PSSI.
Dari pantauan Tribunnews.com pada Minggu (15/1/2023), dua petinggi klub Liga 1, yakni Kaesang Pangarep (bos Persis Solo) dan Glenn Sugita (bos Persib Bandung) juga menyambut kedatangan Erick Thohir di kantor PSSI.
Baca juga: Gara-Gara Beritakan Iwan Budianto Tak Mau Jadi Exco, Instagram PSSI Dibanjiri Sindiran dari Suporter
Baca juga: Mochammad Iriawan Tak Maju di Bursa Ketua Umum PSSI, Ini Sederet Prestasinya untuk Timnas Indonesia
Lantas, apakah Erick Thohir akan melepas jabatannya sebagai Menteri BUMN bila terpilih jadi Ketum PSSI?
Menelisik dari hukum yang berlaku, Erick Thohir tidak harus melepas jabatannya sebagai Menteri BUMN bila terpilih menjadi Ketum federasi tertinggi Sepak Bola Tanah Air tersebut.
Hal itu merujuk pada Undang-undang Seistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) No. 3 tahun 2005.
Pasal 40 UU SKN No 3 Tahun 2005 bahwa tak ada ada larangan adanya rangkap jabattan untuk posisi ketua umum federasi cabang olahraga.
Baca juga: Bos Persib Bandung Dukung Erick Thohir Jadi Ketua Umum PSSI Baru, Bobotoh Langsung Full Senyum
"Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural, dan jabatan publik," bunyi pasal tersebut.
Hanya saja, Ketum terpilih harus memiliki kompetensi di bidangnya dan dipilih oleh masyarakat.
Hal itu dijelaskan pada Pasal 41 UU SKN No 3 Tahun 2005.
"Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga nasional di provinsi, dan komite olahraga nasional di kabupaten/kota bersifat mandiri, memiliki kompetensi di bidang keolahragaan, dan dipilih oleh masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi pasal itu.
Bila nanti Erick Thohir terpilih, maka ia harus bebas dari pengaruh dan itervensi pihak manapun.
Hal itu dikarenakan untuk menjaga netralitas serta perofesionalitas ketua saat mulai bekerja sebagai ketua federasi.
Baca juga: Beda Perlakuan, Erick Thohir Disambut Exco PSSI dan Petinggi Klub saat Tiba di PSSI, La Nyalla?
Terkait kompetensi, Erick Thohir tampaknya tak perlu diragukan.
Satu di antaranya ialah saat Erick Thohir menggantikan Massimo Moratti dan menyelamatkan klub rasasa Serie A, Inter Milan.
Selain itu, Erick Thohir juga pernah menjadi pemegang saham mayoritas klub sepak bola Amerika Serikat yaitu DC United dan MLS.
Hanya saja, beberapa pihak termasuk warganet dan pecinta sepak bola Tanah Air tampaknya meminta Erick Thohir mundur dari jabatannya sebagai Menteri BUMN bila terpilih jadi Ketum PSSI demi etika.
Patut dinantikan, apakah Erick Thohir tetap menjabat sebagai Menteri BUMN bila ia terpilih menjadi Ketum PSSI periode 2023-2027.
Erick Thohir Siap Berantas Mafia di PSSI
Erick Thohir siap bersih-bersih PSSI hingga menyikat tangan-tangan kotor yang ada dan kerap merusak persepakbolaan di Indonesia seusai resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua Umum, di GBK Arena, Jakarta Minggu (15/1/2023).
Erick Thohir resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI dengan didampingi beberapa bos klub di Liga 1 dan Liga 2.
Terlihat dalam video singkat yang diunggah Erick Thohir di Instagram pribadinya @erickthohir, beberapa bos klub seperti Teddy Tjahjono, Kaesang Pangarep, Raffi Ahmad, Kaesang Pangarep, dan Atta Halilintar.
Dalam video singkat tersebut, Erick Thohir juga membeberkan janji dan misinya dalam pembenahan PSSI jika dirinya terpilih.
"Kita bernyali untuk sepak bola yang bersih dan juga sepak bola yang berprestasi ke depan jangan ada tangan-tangan kotor di sepak bola Indonesia," ujar Erick Thohir dalam video singkat seusai resmi mendaftarkan diri sebagai Ketua Umum PSSI.
Unggahan itu pun langsung dibanjiri dukungan dari para suporter Timnas Indonesia yang turut memberikan komentarnya atas pencalonan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI.
Semua membanjiri unggahan Erick Thohir dengan memberikan dukungan untuk maju dalam pencalonan bursa Ketua Umum PSSI.
Bahkan, ada beberapa suporter yang menyebutkan jika Erick Thohir terpilih, maka orang-orang lama di tubuh PSSI bakal gemeteran tersingkir dari kursi jabatannya.

Baca juga: Warganet Setuju? Erick Thohir Daftar Jadi Calon Ketum PSSI, La Nyalla Ngaku Tak Takut: Silahkan Saja
"EXCO YANG SEKARANG PANIK KETAR KETIR," tulis @bgscrt_33.
"Tangan dingin pak erik,yang notabenya ngerti bola harapan besar bisa menjadikan sepak bola lebih baik lagi," tulis @nur_arifin.11.
"Saya doakan Bapak menjadi Ketua PSSi yang baru ... Amiin," tulis @rizky.wahyuk.
"Ayo pak jangan ragu dan jangan takut untuk bongkar dan membubarkan EXCO yang kotor. Tuhan bersama orang-orang baik," tulis @ehaldyy.
"Dan orang" lama di pssi bnyk yg gemetarrrrrr," tulis @dodysr_.
"AAMIIN PALING SERIUS PAK," tulis @its_r_f.ck.
"Bagus, ini sebenernya kalau di pikir pikir secara tidak langsung , perwakilan pemerintah hadir untuk memperbaiki pssi, dengan jalur resmi, tidak meng intervensi langsung tidak di bolehkan juga oleh fifa," tulis @rafli__r
Menarik dinantikan akankah Erick Thohir mampu benar-benar terpilih pada bursa Ketua Umum PSSI pada 16 Februari 2023.
Mengingat Erick Thohir tak sendiri dalam pencalonan seusai adanya sosok La Nyalla Mattalitti dalam pencalonan Ketua Umum PSSI. (TribunWow.com/Krisna/Adi Manggala S)