Terkini Daerah
Ditemukan Akta Kelahiran Bayi, TKP Mayat Wanita di Bekasi yang Dimutilasi Bersih dari Darah
Tetangga sebelah kamar pelaku menceritakan kondisi TKP kasus mutilasi ketika polisi datang menggeledah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Masih belum diketahui siapa mayat wanita yang jasadnya dimutilasi oleh M Ecky Listiantho (34) alias EL di kontrakan pelaku di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya mayat mutilasi itu diketahui berada dalam kondisi bersih, bahkan tidak ada ceceran darah sedikit pun.
Dikutip TribunWow dari TribunJakarta, kesaksian ini disampaikan oleh tetangga pelaku yakni Fajar Agung (23) yang tinggal di kamar sebelah pelaku.
Baca juga: Detik-detik Polisi Buka Boks Berisi Mayat Korban Mutilasi di Bekasi, Saksi Mata: Kayak Bau Kimia
Alih-alih menemukan bercak darah, Fajar menyampaikan justru ditemukan banyak pakaian milik wanita, mulai dari baju renang hingga seragam supermarket.
"Lantai bersih, kamar mandi kering, barang acak-acakaan gitu," ungkap Fajar, dikutip dari TribunJakarta, Senin (2/1/2023).
Selain itu ditemukan juga berkas-berkas penting seperti akta kelahiran.
"Ada sekitar 10 lembar fotokopi, terus juga ada akta kelahiran. Itu saya lihat, akta kelahiran bayi," ungkap Fajar.
Dikutip TribunWow dari tvonenews, menurut keterangan warga setempat bernama Dian Ardiansyah, pelaku sempat terpantau membawa wanita bertubuh kecil masuk ke kontrakan.
Kejadian itu menurut penjelasan Dian terjadi pada Juli 2022.
"Sekitar lima bulan yang lalu," ujar Dian, Minggu (1/1/2023).
Baca juga: Pria di Bekasi Mutilasi Jasad Wanita Pakai Gergaji Listrik, Polisi Sorot Sikap para Tetangga Pelaku
Dian menyampaikan, tetangga kontrakan dan warga sekitar juga tidak pernah mendengar adanya keributan dari dalam kamar pelaku ataupun mencium bau busuk.
"Tahunya setelah kejadian malam Jumat kemarin baru warga tahu," kata Dian menceritakan ketika polisi memeriksa tempat kejadian perkara (TKP).
Dian mengatakan, pelaku sejak tiga bulan yang lalu sudah tidak pulang ke kontrakannya.
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, baru-baru ini pihak kepolisian berhasil mengungkap cara pelaku memutilasi korban.
"Informasi hasil penyelidikan kami (korban) dipotong menggunakan gergaji listrik," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Sabtu (31/12/2022).
Kombes Hengki menjelaskan, tulang korban yang diperiksa oleh ahli forensik ternyata menunjukkan bentuk bergerigi.
Terkait kasus ini, Kombes Hengki turut merasa ada keanehan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Ini jadi pertanyaan kita lagi kenapa kok tetangganya tidak ada yang dengar dan sebagainya. Kenapa begitu permisif mayat sekian lama ada di sana tapi tidak ada yang tahu atau peduli," kata dia.

Tetangga Tak Curiga
AR yang kerap berada di kontrakan mengaku jarang melihat EL berada di TKP.
Sebagai informasi, AR merupakan tetangga sebelah kamar pelaku.
"Saya enggak pernah lihat dia padahal saya sering di kontrakkan. Saya pulang kerja sore, di kontrakan sampai malam, enggak ada juga dia pulang ke sini," kata AR, Jumat (30/12/2022).
"Enggak curiga juga kejadian apa pun. Makanya saya kaget kok ada mayat di dalam. Padahal enggak ada bau busuk," ucap AR.
Baca juga: Wafat di Usia ke-95, Ini Penyebab Meninggalnya Paus Benediktus XVI

Keseharian Pelaku
Dikutip TribunWow dari Kompas, keseharian EL di kontrakan diungkap oleh sang pemilik kontrakan, AS (54).
AS menjelaskan, EL telah mengontrak sejak tahun 2021 silam.
Namun sejak Agustus 2022, EL sudah tak lagi membayar biaya sewa.
"(Ngontrak) Juni 2021, tinggal sendiri tapi sudah enggak bayar dari Agustus 2022," ujar AS di lokasi, Jumat (30/12/2022).
ketika EL tak lagi rutin membayar sewa, AS mengaku jarang berkomunikasi dengan EL.
AS mengaku dirinya juga ikut terkena imbas di mana istrinya diteror oleh debt collector pinjaman online (pinjol) yang mencari-cari EL.
Baca juga: Bertemu Mantan Anak Buah yang Masih Anggota TNI Aktif, Prabowo Tanya Apakah Dirinya Dulu Galak
"(Nomornya) enggak aktif. Kalau tidak salah, sejak dikejar pinjol bulan September atau Oktober. Pinjolnya telepon ke istri saya, makanya istri kan kaget juga," ucap AS.
EL bercerita kepada AS bahwa keluarganya tinggal di Bandung, Jawa Barat.
"Sudah menikah, punya anak, ngakunya tinggal di Bandung. Dia juga ngomong sering pulang ke Bandung," kata AS.
Kepada AS, EL mengaku bekerja sebagai seorang kontraktor. (TribunWow.com/Anung)