Breaking News:

Virus Corona

Ahli Memprediksi Ada Risiko Varian Baru Covid-19 setelah China Alami Lonjakan Kasus

Pakar memperingatkan adanya varian baru karena lonjakan kasus Covid-19 di China setelah pelonggaran.

AFP/Anthony Wallace
Ilustrasi suasana di Hongkong, Kamis (28/04/2020). pakar memperingatkan adanya varian baru karena lonjakan kasus Covid-19 di China setelah pelonggaran. 

TRIBUNWOW.COM - China mengalami ledakan kasus Covid-19 hingga memunculkan kekhawatiran baru.

Setelah melakukan pelonggaran, nyatanya Covid-19 di China mengalami peningkatan, Kamis (29/12/2022).

Dikutip dari Channel News Asia, pakar memperingatkan adanya varian baru karena lonjakan kasus tersebut.

Baca juga: Amerika Serikat akan Mewajibkan Tes Covid-19 Khusus Turis yang Datang dari China setelah Lonjakan

Seperti diketahui, China mengumumkan bahwa pelancong masuk tak lagi harus dikarantina.

Aturan ini akan berlaku pada 8 Januari 2023.

Padahal China menjadi negara yang paling tertutup sejak menjadi sumber datangnya Covid-19 pada 2020 silam.

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional negara itu berhenti mengeluarkan angka kasus harian.

Baca juga: Bantah Xi Jinping Labrak PM Kanada Justin Trudeau di KTT G20 Bali, Kemenlu China: Ini Sangat Normal

Namun, pejabat di beberapa kota memperkirakan ratusan ribu orang telah terinfeksi dalam beberapa pekan terakhir.

Rumah sakit kembali kewalahan dengan datangnya pasien Covid-19.

Pakar mengatakan saat ini virus telah beredar di antara hampir seperlima populasi dunia.

Hampir semuanya tidak memiliki kekebalan dari infeksi sebelumnya dan tidak divaksinasi.

Sehingga dikhawatirkan China akan menjadi lahan subur bagi sub varian baru.

Baca juga: Yuan China Berakhir di Level Terendah sejak 28 Bulan Lalu meski Sudah Diterapkan Kebijakan Baru

Antoine Flahault, direktur Institut Kesehatan Global di Universitas Jenewa, mengatakan bahwa setiap infeksi baru meningkatkan kemungkinan virus akan bermutasi.

“Fakta bahwa 1,4 miliar orang tiba-tiba terpapar SARS-CoV-2 jelas menciptakan kondisi yang rawan munculnya varian baru,” kata Flahault.

Bruno Lina, seorang profesor virologi di Universitas Lyon Prancis, mengatakan minggu ini bahwa China dapat menjadi "tempat berkembang biak yang potensial bagi virus".

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Virus CoronaChinaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved