Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pangkalan Udaranya Diserang, Rusia Klaim Berhasil Jatuhkan Drone Ukraina, 3 Tentara Dilaporkan Tewas

Rusia mengklaim berhasil halau drone Ukraina yang dikirim ke pangkalan udara Engels.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Birol Bebek/AFP
Drone Bayraktar TB2 buatan Turki di pangkalan udara militer Gecitkale dekat Famagusta di Siprus Utara, Senin (16/12/2019). Penampakan drone Bayraktar yang berhasil pukul mundur pasukan Rusia. Terbaru, Rusia klaim berhasil menjatuhkan drone milik Ukraina yang menyerang pangkalan udara Engels, Senin (26/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pasukan pertahanan udara Rusia mengklaim telah berhasil menjatuhkan drone Ukraina saat mendekati pangkalan udara di Rusia selatan.

Dilansir TribunWow.com, tiga orang tentara yang berada di kawasan tersebut dilaporkan tewas setelah terkena puing-puing.

Diketahui, pengiriman drone tersebut merupakan upaya penyerangan kedua di pangkalan Engels pada bulan ini.

Baca juga: Bukan Vladimir Putin, Elite di Rusialah yang akan Jadi Penentu Kapan Konflik di Ukraina Berakhir

Dilaporkan The Moscow Times, pangkalan udara Engels, di wilayah Saratov selatan, terletak lebih dari 600 kilometer dari Ukraina diserang pada Senin (26/12/2022) dini hari.

Mengutip rilis resmi dari kementerian pertahanan, kantor berita TASS mengatakan sebuah drone berhasil ditembak jatuh.

"Pada 26 Desember, sekitar pukul 01:35 waktu Moskow, sebuah kendaraan udara tak berawak Ukraina ditembak jatuh di ketinggian rendah saat mendekati lapangan terbang militer Engels di wilayah Saratov," bunyi laporan tersebut.

"Akibat jatuhnya reruntuhan drone, tiga teknisi Rusia yang berada di lapangan terbang terluka parah."

Sejumlah ledakan terjadi di pangkalan militer Saky di Novofedorivka, di pantai barat Krimea pada Selasa (9/8/2022) sore.
Sejumlah ledakan terjadi di pangkalan militer Saky di Novofedorivka, di pantai barat Krimea pada Selasa (9/8/2022) sore. (Tangkapan Layar YouTube The Guardian)

Baca juga: Menlu Putin Ultimatum Ukraina, Ancam Segera Penuhi Tuntutan Rusia jika Tak Ingin Dibumihanguskan

Kementerian Pertahanan mengatakan tidak ada pesawat yang rusak.

Gubernur Saratov Roman Busargin juga mengatakan sama sekali tidak ada ancaman bagi penduduk setempat.

Dia menambahkan bahwa tidak ada infrastruktur sipil yang rusak.

Atas serangan tersebut, Bursargin memperingatkan penduduk setempat agar tidak menyebarkan informasi palsu, mengutip undang-undang ketat Rusia yang diadopsi setelah serangannya ke Ukraina pada akhir Februari.

"Semua cerita tentang evakuasi dari kota adalah kebohongan yang terang-terangan, dibuat jauh dari perbatasan negara kita," ujar Bursagin.

Serangan pertama terjadi pada 5 Desember, di mana Moskow mengatakan drone Ukraina telah menyebabkan ledakan di lapangan terbang Engels dan pangkalan lain di wilayah Ryazan.

Hingga saat ini, Kyiv sama sekali belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Sebelumnya, Rusia juga menyalahkan Ukraina atas serangan pesawat tak berawak di wilayahnya dan wilayah Krimea yang dianeksasi Moskow.

Halaman
12
Tags:
RusiaUkrainaDroneTentara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved