Breaking News:

Viral Medsos

Kisah Korban Pelecehan Dosen Universitas Andalas: Ada Angkatan Bawah yang Diperlakukan seperti Saya

Seorang mahasiswi membeberkan kejadian traumatis yang dialaminya ketika dilecehkan oleh dosennya sendiri dari Universitas Andalas.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TribunPadang.com/ Istimewa
Kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Seorang dosen FIB Universitas Andalas diduga melecehkan dan merudapksa mahasiswinya sendiri. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang mahasiswi berinisial MM membeberkan kelakuan bejat yang dilakukan dosennya sendiri, KC, yang mengajar di Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Dilansir TribunWow.com, dalam penuturannya, MM mengaku diancam tidak lulus mata kuliah yang diampu KC jika tak bersedia diajak melakukan asusila.

Belakangan terbongkar bahwa KC juga menjadikan delapan mahasiswanya yang lain sebagai korban pelecehan dan rudapaksa.

Baca juga: Ungkap Dugaan Oknum Polisi 2 Tahun Rudapaksa Anak Tiri, Hotman Paris Minta Penyidik Diganti, Kenapa?

Dalam penuturannya, MM mengaku insiden pelecehan yang dialaminya terjadi pada sekitar bulan Desember 2021.

Ketika itu, MM dan rekan-rekannya diminta datang ke rumah dinas sang dosen yang berada di lingkungan kampus untuk kuliah tatap muka.

"Kejadian ini sudah setahun yang lalu. Waktu itu saya sedang kuliah di perumahan dinas," beber MM dikutip tvOneNews, Jumat (2/12/2022).

"Setelah kuliah, teman-teman sudah pada pulang, saya mau minta izin."

"Waktu itu masih dalam keadaan daring, dan saya tidak tahu tiba-tiba dosen meminta kami untuk kuliah tatap muka."

Baca juga: Seusai Viral, Terduga Pelaku Rudapaksa Remaja di Jakut Ditangkap, Hotman Paris: Pakai Baju Orange

Dalam unggahan di akun @infounand, Rabu (21/12/2022), diceritakan bahwa MM sempat dilecehkan dengan cara dicium paksa oleh sang dosen.

"Ada angkatan di bawah saya yang diperlakukan seperti saya juga, dan anak itu langsung tidak mau masuk kampus," beber MM.

MM rupanya sempat dipaksa untuk bersetubuh dengan KC, namun ditolaknya berkali-kali.

"Saya diancam untuk tidak meluluskan mata kuliah tersebut, kalau diluluskan saya harus mau melakukannya (perbuatan asusila) dengan dia," terang MM.

"Tapi saya tidak mau dan saya terus menolak."

Setelah mengalami kejadian tersebut, MM kemudian buka suara dan menceritakan kepada saudaranya.

Ia akhirnya memberikan kesaksian dan keterangan pada pihak kampus hingga akhirnya kejadian tersebut viral.

"Waktu kejadian tersebut saya langsung bercerita ke saudara dekat saya, yang langsung meminta saya berbicara dengan senior-senior saya juga," tandasnya.

Baca juga: Guru Spiritual Rudapaksa 4 Ibu Muda, Korban Dibuat Kebingungan setelah Minum Air Pemberian Pelaku

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 03.30:

Dosen Lecehkan hingga Rudapaksa 9 Mahasiswi

Viral di media sosial mengenai kasus pelecehan dan rudapaksa yang dilakukan seorang dosen berisial KC yang mengajar di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat.

Dilansir TribunWow.com, korban adalah sembilan orang mahasiswinya sendiri yang dipaksa melakukan tindak asusila di bawah ancaman.

KC kini telah dinonaktifkan sementara pendampingan terhadap korban dan penyelidikan terus dilakukan.

Baca juga: Didatangi Kapolda Jabar soal Kasus Oknum Polisi Rudapaksa Anak, Hotman Paris Singgung Niat Baik

Adapun kasus ini viral setelah diunggah akun @infounand pada Rabu (21/12/2022).

Akun Instagram tersebut membagikan rekaman suara yang sudah disamarkan berdurasi 1,39 menit.

Pada tayangan tersebut dibeberkan pula kronologi kejadian di mana korban yang disebut sebagai X, bertamu ke rumah dinas KC.

Setelah rekan-rekannya pulang, X masih tinggal lantaran hendak meminta izin tak bisa menghadiri perkuliahan wajib.

Namun, KC tak bersedia memberikan izin dan mengancam tidak akan meluluskan korban di mata kuliah yang diampu.

Ia lantas meminta syarat untuk mencium korban yang lantas dilakukannya berulang kali hingga akhirnya korban bisa pergi dari lokasi kejadian.

"Sungguh sangat sangat bejad dan tak layak menjadi pengajar. Dengar semua isi rekaman barang bukti secara full bener-bener bikin nyesek, ga nyangka dan bikin geram, marah, emosi campur aduk," tulis @infounand.

"Kita semua bersama korban. Mari lindungi korban dan segera hukum pelaku. Durasi asli 26 menit lebih dan tidak semua dapat kami tayangkan serta tidak semua informasi dapat kami publish demi melindungi korban."

Ilustrasu korban rudapaksa. Seorang anak di Empat Lawang berhasil lolos dari aksi rudapaksa dukun cabul, Sabtu (4/12/2021).
Ilustrasi korban rudapaksa. (TribunWow.com/Rushinta Mahayu)

Baca juga: Bongkar Dugaan Rudapaksa Anak Kecil oleh Anak Kecil, Hotman Paris Beri Pesan ke DPR: Masih Pantas?

Pada unggahan lain, disebutkan bahwa KC juga melakukan rudapaksa pada korban yang disamarkan dengan inisial XX selama dua kali.

Ia juga melakukan kekerasan seksual kepada korban di rumah dinasnya yang masih berada dalam lingkungan kampus.

Direktur WCC Nurani Perempuan Rahmi Meri Yenti menuturkan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 8 korban.

Namun, satu orang yang memberi kesaksian di media sosial masih belum berhasil ditelusuri.

"Jumlah korban delapan orang, namun tidak semua didampingi WCC Nurani Perempuan," kata Rahmi dikutip TribunPadang.com.

Hingga kini, pihaknya baru mendapat pelaporan dari 5 korban, termasuk 3 orang yang mendapat pendampingan.

"Ada tiga korban yang didampingi, sementara dua korban lagi hanya berkomunikasi saja," terang Rahmi.

Menurut Rahmi, korban tak hanya dilecehkan, namun beberapa di antaranya juga mengalami rudapaksa.

Karena trauma dan takut tidak lulus dari kampus, korban belum bersedia melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

"Korban juga tidak ingin apa yang mereka alami diketahui oleh orang tuanya," terang Rahmi.

Baca juga: Penyiar Rusia Dicekal Buntut Seruan untuk Tenggelamkan Anak-anak dan Rudapaksa Nenek-nenek Ukraina

Menurutnya, KC yang mengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) memaksa para korban untuk memenuhi keinginan bejatnya dengan ancaman tak akan meluluskan mata kuliah.

"Modusnya hampir sama semua, yaitu dengan mengancam tidak akan meluluskan mata kuliahnya," tutur Rahmi.

Sementara itu, Kasi Humas dan Protokoler Unand Benny Amir menyatakan KC saat ini telah dinonaktifkan.

Satgas PPKS Unand juga telah memeriksa seorang korban dan pelaku sendiri.

"Dosen ini sudah dibebaskan tugas sekarang atau dinonaktifkan sementara sampai proses pemeriksaan kasus," terang Benny. (TribunWow.com)

Berita terkait lainnya

Tags:
Pelecehan SeksualUniversitas AndalasMahasiswiSumatera Barat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved