Terkini Nasional
Ketua KPU RI Hasyim Asyari Dituding Lecehkan Wanita Emas Pakai Motif Bantu Korban di Pemilu 2024
Ketua KPU RI kini tengah terseret rumor skandal diduga melakukan pelecehan seksual terhadap politisi bernama Wanita Emas.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sosok Ketua Umum (Ketum) Partai Republik Satu, Mischa Hasnaeni Moein alias Wanita Emas kini tengah disorot oleh publik setelah mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari.
Hasnaeni Moein bahkan mengaku memiliki bukti berupa foto dan video yang menurutnya merupakan bukti kuat.
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, menurut pengakuan korban, pelaku menawarkan bantuan di Pemilu 2024 sebelum melakukan pelecehan seksual.
Baca juga: Korban Punya Bukti Foto dan Video, Ketua KPU Dituding Lakukan Pelecehan Seksual ke Wanita Emas
Pada video yang diterima oleh Tribunnews, Jumat (23/12/2022), Hasnaeni menceritakan saat itu dirinya ditawari bahwa partainya yakni Partai Republik Satu dijanjikan oleh Hasyim akan lolos menjadi peserta Pemilu 2024.
Pada akhirnya, partai yang dipimpin oleh Hasnaeni hanya lolos ke tahap satu saja.
Hasnaeni bercerita, pelecehan yang dilakukan oleh Hasyim berlangsung pada Juli-Agustus 2022.
"Saya tidak bisa berkata apa-apa, kita buktikan saja nanti dengan fakta dan bukti yang ada, termasuk bukti chattingan antara saya dengan Bapaknya (Hasyim Asyari). Buktinya cukup kuat," kata Wanita Emas.
"Ada (iming-iming untuk meloloskan partai saya) dan saya sangat sedih dijanjikan, dan akhir hidup saya berakhir di penjara," kata Hasnaeni dalam video.
Hasyim sendiri telah dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh Farhat Abbas selaku kuasa hukum dari Wanita Emas pada Kamis (22/12/2022).
Menurut keterangan Farhat, kliennya memiliki bukti berupa foto hingga video.
“Bukti yang dibawa adalah pengakuan testimoni, kemudian dalam bentuk rekaman video, bukti-bukti komunikasi WA, dan foto-foto pembelian sebuah tiket ke Jogja," jelas Farhat, Kamis (22/12/2022).
"Kemudian foto-foto kebersamaan dan sebagainya,” terangnya di Kantor DKPP, Jakarta Pusat, Kamis.
Korban sendiri menyatakan bukti yang ia miliki merupakan bukti yang kuat.

"Bisa dibuktikan, buktinya cukup kuat," ujar Wanita Emas dalam video yang dilihat Tribun, Jumat (23/12/2022).
"Saya tidak bisa berkata dengan apa-apa dan saya tidak bisa mengatakan apapun. Kita akan buktikan saja nanti dengan fakta-fakta yang ada dan bukti chattingan," ucapnya.