Breaking News:

Terkini Nasional

Ketua KPU RI Hasyim Asyari Dituding Lecehkan Wanita Emas Pakai Motif Bantu Korban di Pemilu 2024

Ketua KPU RI kini tengah terseret rumor skandal diduga melakukan pelecehan seksual terhadap politisi bernama Wanita Emas.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Kompastv
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh gabungan partai politik (parpol) yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024. Adapun laporan ini terkait dugaan gratifikasi dan pelecehan seksual terhadap Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas. 

TRIBUNWOW.COM - Sosok Ketua Umum (Ketum) Partai Republik Satu, Mischa Hasnaeni Moein alias Wanita Emas kini tengah disorot oleh publik setelah mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari.

Hasnaeni Moein bahkan mengaku memiliki bukti berupa foto dan video yang menurutnya merupakan bukti kuat.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, menurut pengakuan korban, pelaku menawarkan bantuan di Pemilu 2024 sebelum melakukan pelecehan seksual.

Baca juga: Korban Punya Bukti Foto dan Video, Ketua KPU Dituding Lakukan Pelecehan Seksual ke Wanita Emas

Pada video yang diterima oleh Tribunnews, Jumat (23/12/2022), Hasnaeni menceritakan saat itu dirinya ditawari bahwa partainya yakni Partai Republik Satu dijanjikan oleh Hasyim akan lolos menjadi peserta Pemilu 2024.

Pada akhirnya, partai yang dipimpin oleh Hasnaeni hanya lolos ke tahap satu saja.

Hasnaeni bercerita, pelecehan yang dilakukan oleh Hasyim berlangsung pada Juli-Agustus 2022.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa, kita buktikan saja nanti dengan fakta dan bukti yang ada, termasuk bukti chattingan antara saya dengan Bapaknya (Hasyim Asyari). Buktinya cukup kuat," kata Wanita Emas.

"Ada (iming-iming untuk meloloskan partai saya) dan saya sangat sedih dijanjikan, dan akhir hidup saya berakhir di penjara," kata Hasnaeni dalam video.

Hasyim sendiri telah dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh Farhat Abbas selaku kuasa hukum dari Wanita Emas pada Kamis (22/12/2022).

Menurut keterangan Farhat, kliennya memiliki bukti berupa foto hingga video.

“Bukti yang dibawa adalah pengakuan testimoni, kemudian dalam bentuk rekaman video, bukti-bukti komunikasi WA, dan foto-foto pembelian sebuah tiket ke Jogja," jelas Farhat, Kamis (22/12/2022).

"Kemudian foto-foto kebersamaan dan sebagainya,” terangnya di Kantor DKPP, Jakarta Pusat, Kamis.

Korban sendiri menyatakan bukti yang ia miliki merupakan bukti yang kuat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh gabungan partai politik (parpol) yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024. Adapun laporan ini terkait dugaan gratifikasi dan pelecehan seksual terhadap Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh gabungan partai politik (parpol) yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024. Adapun laporan ini terkait dugaan gratifikasi dan pelecehan seksual terhadap Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas. (Istimewa via Tribunnews.com)

"Bisa dibuktikan, buktinya cukup kuat," ujar Wanita Emas dalam video yang dilihat Tribun, Jumat (23/12/2022).

"Saya tidak bisa berkata dengan apa-apa dan saya tidak bisa mengatakan apapun. Kita akan buktikan saja nanti dengan fakta-fakta yang ada dan bukti chattingan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Komisi Pemilihan Umum (KPU)Hasyim AsyariHasnaeni Moeinwanita emasPemilu 2024Pelecehan Seksual
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved