Konflik Rusia Vs Ukraina
Nasib Warga Kherson yang Dievakuasi Buntut Serangan Rusia: Sekarang Kami Bebas, tetapi Harus Pergi
Warga Kherason terpaksa dievakuasi lantaran Rusia melakukan serangan gencar di wilayah Ukraina yang baru dibebaskan tersebut.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Jutaan orang di dalam dan sekitar ibukota Ukraina berjuang dengan gangguan pasokan listrik dan pemanas sentral yang disebabkan oleh gelombang serangan udara Rusia.
Ukrenergo, operator jaringan listrik negara bagian, mengatakan pada hari Minggu bahwa produsen listrik sekarang hanya bisa memasok sekitar 80 persen dari permintaan.
Jumlah itu sudah mengapami peningkatan dari 75 persen pasokan listrik yang bisa dihasilkan pada hari Sabtu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ada pembatasan penggunaan listrik di 14 dari 27 wilayah Ukraina dan di Kyiv, untuk lebih dari 100.000 pelanggan di masing-masing wilayah.
''Jika konsumsi meningkat di malam hari, jumlah pemadaman dapat meningkat. Ini sekali lagi menunjukkan betapa pentingnya sekarang untuk menghemat daya dan mengkonsumsinya secara rasional," kata Zelensky.
Sergey Kovalenko, chief operating officer Yasno, yang menyediakan energi untuk Kyiv, mengatakan situasi di kota telah membaik tetapi tetap "cukup sulit".
Dia mengindikasikan masyarakat setempat harus memiliki listrik setidaknya empat jam sehari.
Dengan hujan salju yang terus-menerus menyelimuti Kyiv pada hari Minggu, para analis memperkirakan cuaca musim dingin dapat meningkatkan dampak pada arah konflik.
Baca juga: Kyiv Dihantam 75 Rudal Rusia, Puluhan Warga Jadi Korban Balas Dendam Putin atas Jembatan Krimea
Rusia Serang Ukraina secara Besar-besaran
Rusia kembali melakukan serangan massal dengan melepaskan gelombang serangan roket, drone, dan rudal lainnya di seluruh Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, pihak berwenang Ukraina mengatakan serangan itu, ditujukan untuk menghancurkan sistem energi negara itu.
Secara total, Rusia kini telah melancarkan enam kali serangan secara masif sejak bulan Oktober.
Baca juga: Ternyata Rudal Ukraina Nyasar, Polandia Sebut NATO saat Ini Belum Perlu Terlibat Perang dengan Rusia
Macetnya infrastruktur penting di Odesa dan Dnipro dikonfirmasi oleh pemerintahan presiden dan kepala daerah pada Kamis (17/11/2022) pagi.
Tiga orang dilaporkan terluka di wilayah Odesa, sementara dalam serangan di kota Dnipro, 14 orang lainnya terluka, termasuk seorang remaja.
Menurut kepala wilayah Kyiv, Dmytro Kuleba, dua roket dan sebuah pesawat tak berawak Shahed Iran ditembak jatuh di atas Kyiv.