Gempa di Cianjur
Detik-detik Angkot Bawa Rombongan Anak SD Kena Longsoran Gempa Cianjur, sang Sopir: Goncangan Besar
Sopir angkot yang membawa rombongan anak-anak di jalan rute Cianjur-Cipanas menceritakan tragedi longsoran yang terjadi akibat gempa.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Namun nahas, guru dan lima murid lainnya yang masih berada di angkot tersebut akhirnya tertelan timbunan tanah.
"Dan saya kecil hati sisanya bisa selamat karena ketika saya lari, saya tengok lagi ke belakang, semua sudah ketimbun tanah," tutur Yanuar.
"Saya enggak tahu apakah mobil saya jatuh ke dalam jurang atau ketimbun di tempat sebelumnya, saya enggak tahu," tandasnya.
Baca juga: Sopir Angkot yang Bawa Anak-anak Sekolah saat Gempa Cianjur Selamat, Bagaimana Nasib Para Penumpang?
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Dengar Suara Menggelegar dan Bumi Berguncang
Elis, menjadi saksi hidup atas kengerian yang terjadi saat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang wilayahnya pada Senin (21/11/2022).
Dilansir TribunWow.com, warga Tunggilis Wetan, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku panik dan ketakutan.
Ia bahkan menangis mengira dunia kiamat saking kencangnya guncangan disertai suara menggelegar yang terdengar.
Baca juga: Kisah Para Korban Selamat Gempa Cianjur, Berdarah-darah Naik Motor hingga sempat Tertimbun Tembok
Ketika itu, Elis sedang berada di sawah untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.
Ia sontak dikagetkan dengan suara gemuruh kencang dan bumi yang tiba-tiba berguncang hebat.
Elis yang kebingungan merasa panik dan mengira bumi telah berada di ambang kiamat.
"Saya kan lagi di sawah, ada suara geleger gitu suara getaran, ada asap juga dari jauh saya liat, astagfirullahaladzim kiamat sambil nangis aku teh kaget," tutur Elis dikutip dari TribunnewsBogor.com, Selasa (22/11/2022).
Tak berhenti di situ, Elis yang bergegas pulang saat gempa mereda, kembali dikagetkan dengan kondisi kampungnya.
Ia melihat rumah-rumah tetangga di sepanjang perjalanan pulang telah luluh lantak dan hancur rata dengan tanah.
Bahkan, rumahnya sendiri sudah menjadi puing-puing lantaran roboh tak kuat menahan guncangan.