Piala Dunia 2022
Profil Pelatih Senegal Aliou Cisse, Dulu Korban Tragedi Tragis Kehilangan 11 Anggota Keluarga
Berikut profil pelatih berambut gondrong Senegal, Aliou Cisse yang tergolong masih muda.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Tampil dengan rambut gondrong dan gimbal, penampilan Aliou Cisse selaku pelatih Tim nasional (Timnas) Senegal di Piala Dunia 2022 mudah dikenali karena berbeda dibanding pelatih-pelatih lainnya.
Pelatih yang kini berusia 46 tahun ini memang belum beruntung karena kalah dalam laga perdana Piala Dunia 2022 saat Senegal melawan Belanda.
Dikutip TribunWow dari sportsbrief, berikut profil Aliou Cisse yang menjadi kepala pelatih Timnas Senegal di Piala Dunia 2022 Qatar.
Baca juga: Buang Peluang Gol Belanda di Piala Dunia 2022 saat Lawan Senegal, Ini Harga Terbaru Frenkie de Jong
Sebelum menjadi pelatih, Cisse sempat meniti kariernya sebagai pemain sepak bola profesional di liga EFL yang berada satu tingkat di bawah Liga Inggris Premier League.
Saat aktif bermain, Cisse menempati posisi gelandang tengah dan bek untuk Birmingham City, Portsmouth, dan Timnas Senegal.
Pada Piala Dunia tahun 2002 silam, Senegal sempat maju ke babak perempat final.
Kala itu Cisse masih aktif bermain sebagai Kapten Timnas Senegal.
Performa Cisse menjadi dikenal seusai Senegal mengalahkan Prancis di laga perdana Piala Dunia 2002.
Karier Cisse sebagai pelatih dimulai pada tahun 2012 seusai Amara Traore dicopot dari posisi pelatih Senegal.
Cisse awalnya ditempatkan sebagai asisten pelatih Timnas Senegal U-23 di tahun 2013.
Kemudian mulai mengisi posisi pelatih utama hingga pada tahun 2015 akhirnya menjadi kepala pelatih Timnas Senegal.
Pada Piala Dunia tahun 2018 di Rusia, Cisse sempat membawa Senegal berjaya mengalahkan Afrika Selatan.
Namun sayangnya Senegal kala itu gugur pada fase grup seusai kalah dari Kolombia.
Sedikit yang tahu, Cisse pernah menjadi korban tragedi tragis tenggelamnya kapal feri MV Le Joola di Gambia pada September 2002 silam.
Dalam tragedi tersebut, Cisse kehilangan 11 anggota keluarganya sekaligus, termasuk bibi, paman, dan sepupu.