Piala Dunia 2022
Qatar Banjir Kritikan soal Larang Jual Bir di 8 Stadion Piala Dunia 2022, Presiden FIFA Ungkit Moral
Tuan rumah Qatar banjir kritikan soal larangan jual bir di 8 stadion venue, Presiden FIFA pasang badan.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Tuan rumah Qatar terus tak luput dari banjir kritikan menyusul adanya aturan yang melarang semua penjualan minuman beralkohol di seluruh stadion Piala Dunia 2022.
Dilansir TribunWow.com, beberapa kebijakan Qatar selaku tuan rumah banyak memicu perdebatan.
Satu di antara kebijakan yang tengah dalam perdebatan adalah soal larangan penjualan minuman beralkohol di 8 stadion venue Piala Dunia 2022.
Meski begitu, Qatar tak sepenuhnya melarang pembelian bir di ajang Piala Dunia 2022.
Baca juga: Senegal Sewa Dukun Sakti untuk Obati Sadio Mane demi Piala Dunia 2022, Sekjen FIFA: Butuh Keajaiban
Para penonton Piala Dunia masih bisa membeli bir pada malam hari di fan zone yang sudah disediakan FIFA.
Bahkan, produsen bir asal Amerika Serikat, Budweiser juga mendapatkan hak eksklusif dapat melakukan penjualan bir di perimeter stadion karena merupakan sponsor utama FIFA.
Akan tetapi, penjualan itu hanya berlaku di tiga jam sebelum laga dan satu jam seusai pertandingan.
Tentu, kebijakan yang tak biasa itu membuat para suporter asal negara-negara Eropa meradang.
Mengingat, mereka sudah terbiasa untuk menonton pertandingan sembari minum bir.

Baca juga: Predator Legenda Timnas Inggris Malah Jagokan Lionel Messi dkk di Argentina Juara Piala Dunia 2022
Menanggapi hal itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino pasang badan.
Dalam acara di Doha, Qatar, Sabtu (19/11/2022), Gianni Infantino dengan tegas membela kebijakan yang dikeluarkan oleh tuan rumah soal larangan bir di seluruh stadion.
"Setiap keputusan yang kami ambil di Piala Dunia ini adalah keputusan bersama antara Qatar dan FIFA," ucap Infantino seperti dikutip TribunWow.com dari Daily Mail.
"Saya pikir secara pribadi jika selama tiga jam sehari, Anda bisa minum bir, Anda tetap akan hidup."
Ia juga mengungkit sejarah terkait bangsa Eropa yang akrab dengan bir dalam 3.000 tahun terakhir hingga menilai kebijakan di Qatar akan menjadi pembelajaran moral berharga kepada para suporter yang akrab dengan minuman beralkohol ketika ke stadion.
"Apa yang telah kami lakukan sebagai orang Eropa selama 3.000 tahun terakhir, kami harus meminta maaf selama 3.000 tahun ke depan sebelum kami mulai memberikan pelajaran moral kepada orang-orang," tutur Infantino menambahkan.
