KTT G20 Bali
Perbedaan Biden dan Menlu Rusia saat Tiba di Bali untuk Hadiri KTT G20, Presiden AS Pakai The Beast
Berikut sejumlah perbedaan yang terlihat secara kasat mata saat Presiden AS dan Menlu Rusia tiba di Bali untuk menghadiri KTT G20.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Terdapat sejumlah perbedaan yang dapat terlihat saat momen tibanya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Bali, Indonesia pada Minggu (13/11/2022) malam.
Momen kedatangan kedua petinggi negara ini ditampilkan dalam YouTube Sekretariat Presiden.
Dilansir TribunWow., seperti yang diketahui, keduanya hadir di Bali untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Baca juga: Diundang Bloomberg Jadi Pembicara di Acara G20, Anies Pamerkan Pencapaian Jakarta: Melampaui Target
Saat Lavrov tiba di Bali, tampak Menteri BUMN Erick Thohir menyambut sang Menlu.
Setelah bersalaman, Erick langsung mengantar Lavrov ke mobil sedan Mercy korps diplomatik yang telah menunggu.
Terlihat Lavrov sesekali melemparkan senyuman sebelum langsung pergi ke dalam mobil.
Di sisi lain, Biden tampak disambut oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
Sandi terlihat sempat berbincang dengan Biden saat bersalaman.
Terlihat juga gestur Biden menepuk bahu Sandi saat berbincang-bincang.
Sebelum pergi meninggalkan bandara, Biden terlihat sempat diam menikmati tarian tradisional Bali yang dipersembahkan untuk menyambutnya.
Uniknya, Biden membawa sendiri mobil kepresidenannya yakni The Beast.
Sebagai informasi, The Beast adalah julukan mobil limosin Cadillac One lapis baja yang digunakan oleh Presiden AS.
Dikutip dari Kompas, berbeda dengan mobil pada umumnya, The Beast benar-benar didesain untuk memaksimalkan keamanan Presiden AS sehingga dilengkapi pelat anti bom, dan pintu setebal pintu pesawat.
The Beast juga menggunakan bahan bakar khusus yang tak mudah terbakar jika terjadi baku tembak.

Baca juga: Biden Dirumorkan Ogah Temui Pangeran Salman saat G20 di Bali Gara-gara Konflik Rusia-Ukraina
Selain rangka yang kokoh, mobil ini juga dilengkapi beragam alat pertolongan medis, mulai dari tabung oksigen, cadangan kantong darah Presiden AS, hingga alat kejut jantung atau defibrilator.
Kemudian terdapat juga perlengkapan seperti telepon satelit dan kode nuklir.
Ketua Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal menyampaikan sejumlah saran terkait langkah apa yang harus dilakukan Indonesia agar acara KTT G20 di Bali dapat tetap berjalan lancar.
Awalnya Dino menjelaskan G20 terancam ditinggalkan oleh negara-negara anggotanya bahkan bubar karena konflik Rusia-Ukraina.
"G20 kini sedang sakit, terpecah belah, dan kalau tidak hati-hati bisa menjadi disfungsional," ujar Dino dikutip TribunWow.com dari YouTube Sekretariat FPCI, Minggu (3/4/2022).
Baca juga: Sosok Komandan Perang Baru Rusia, Ditunjuk Putin Pimpin Perang Ukraina meski Pernah Dipenjara 2 Kali

Dino mencontohkan bahwa di dalam G20 terdapat negara-negara G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat) yang mana semua negara G7 menentang keras invasi Rusia terhadap Ukraina.
Selanjutnya ada juga negara-negara yang pro terhadap Rusia di dalam G20 yakni Brasil, India, China, dan Afrika Selatan.
Menurut Dino, Indonesia saat ini harus memanfaatkan modal politik dan diplomatik Indonesia dengan negara-negara barat, Rusia, Tiongkok (China), bahkan negara-negara menengah.
Dino menyampaikan, Indonesia sampai saat ini masih memiliki modal politik yang baik dengan Rusia.
"Indonesia tidak menerapkan sanksi terhadap Rusia dan hubungan bilateral Jakarta-Moskow masih terjaga normal," ujarnya.
Selanjutnya Dino menyarankan agar pembahasan pilar-pilar G20 terus berjalan, mulai dari Business 20, Civil 20, Labor 20, dan lain sebagainya.

Kemudian Dino menyarankan agar Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi rutin melakukan zoom diplomacy.
"Yaitu lobi melalui teleconference secara intensif dengan pemimpin negara-negara G20 lainnya untuk mencari formula yang dapat menjaga keutuhan G20," ungkap Dino.
Dino mengingatkan bahwa solusi menjaga keutuhan G20 harus dirintis sedini mungkin.
Selain itu Dino turut menyarankan agar Jokowi memanfaatkan kesempatan KTT ASEAN-AS pada pertengahan tahun 2022 besok untuk berbicara secara bilateral dengan Presiden AS Joe Biden membahas pentingnya menjaga keutuhan G20.
Dino lalu juga menyarankan agar Indonesia mengirimkan perwakilan ke Ukraina dan Rusia untuk mencari solusi mengakhiri konflik. (TribunWow.com/Anung/Via)