Pilpres 2024
Berita Ganjar Pranowo: Batal Usung Puan, PDIP Disebut Lirik Ganjar Buntut Anies Baswedan Maju Capres
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diprediksi tidak akan diusung PDIP jika Anies Baswedan tak ikut dalam Piplres 2024.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Saat ini, PDIP yang menaungi Ganjar, belum bersedia membocorkan kandidat capres dari pihaknya.
Lain halnya dengan Anies yang sudah resmi diusung oleh Partai Nasdem setelah melalui musyawarah internal.
Menurut Ade Armando, jika Ganjar mendapat dukungan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, maka dalam satu setengah tahun, elektabilitasnya akan menanjak.
Apalagi jika disertai kinerja tim sukses yang makin memuluskan langkah Ganjar ke kursi Presiden.
"Jadi sangat mungkin kalau mesin politiknya Ganjar bekerja lebih keras sekarang ini, apalagi kalau dia betul-betul mendapat tiket dari PDIP sehingga bisa bekerja mesin politiknya, dalam satu setengah tahu sangat mungkin dia meningkatkan elektabilitasnya," terang Ade Armando.
"Sehingga bisa mengalahkan Anies," tandasnya.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Muncul Isu PDIP Bermanuver ke Prabowo-Puan, Megawati Tak Calonkan Ganjar?
Ganjar dan Anies Hampir Miliki Nasib yang Sama
Sebelumnya disebutkan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai memiliki kondisi yang hampir mirip.
Pendapat ini disampaikan oleh Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Teguh Yuwono.
Dikutip TribunWow dari Kompas, seperti yang diketahui, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sama-sama menerima banyak dukungan dari beragam pihak untuk maju sebagai calon presiden (capres) di 2024 nanti.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Tanggapan PDIP saat Kadernya Ramai Diduetkan dengan Ridwan Kamil
Namun sampai saat ini baru Anies yang resmi maju sebagai capres usungan Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Teguh melihat, pada dasarnya Anies dan Ganjar memiliki kondisi yang hampir serupa.
Keduanya sama-sama memiliki pendukung yang banyak yang mendorong kedua tokoh tersebut untuk maju di 2024.
“Itu sama juga kasusnya dengan Anies. Bedanya, Anies Baswedan tidak punya partai politik. Sehingga dia lebih leluasa melamar ke partai-partai tertentu. Tapi kasus Ganjar berbeda karena ada ikatan yang kuat dengan PDI-P di situ poinnya,” imbuh Teguh.
Teguh lalu merujuk kepada sebuah survei di mana elektabilitas Ganjar begitu tinggi berada di angka 20 persen.