Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tahanan Politik Putin Sarankan Inggris Tampung Warga Rusia yang Kabur, Ini Alasannya

Tahanan politik yang pernah dibui oleh Putin menyarankan agar Inggris menampung atau menerima warga Rusia yang kabur dari tanah air mereka.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Vano Shlamov/AFP
Potret warga Rusia berbondong-bondong kabur ke Georgia. 

Dalam pertemuan resmi yang disiarkan di televisi, Menteri Pertahanan Sergey Shoigu melaporkan pada Presiden Vladimir Putin bahwa wajib militer telah selesai dijalankan.

"Tugas yang Anda tetapkan untuk (memobilisasi) 300.000 orang telah selesai," kata Shoigu dikutip Al Jazeera, Jumat (28/10/2022).

"Tidak ada tindakan lebih lanjut yang direncanakan."

Dia mengatakan 82.000 tentara telah dikirim ke zona pertempuran dan sisanya dalam pelatihan.

Putin kemudian berterima kasih kepada para tentara cadangan atas dedikasi mereka terhadap tugas, atas patriotisme mereka, atas tekad kuat mereka.

"Untuk membela negara kita, untuk membela Rusia, yang berarti rumah mereka, keluarga mereka, warga negara kita, rakyat kita," ucap Putin.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat berbicara dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Kremlin, Moskow, 29 Desember 2016. Terbaru, Shoigu sempat diberitakan lama menghilang di tengah konflik Rusia-Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat berbicara dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Kremlin, Moskow, 29 Desember 2016. Terbaru, Shoigu sempat diberitakan lama menghilang di tengah konflik Rusia-Ukraina. (AFP PHOTO/Sputnik/Michael Klimentyev)

Baca juga: Geger Pria Rusia Tembak Petugas Wajib Militer Perang Ukraina, Buat Warga Berhamburan saat Teriak Ini

Di sisi lain, Zelensky pada hari yang sama, menyatakan keraguan tentang deklarasi Rusia bahwa wajib militernya telah selesai.

Ia mengatakan bahwa kinerja pasukan Moskow yang makin buruk justru menandakan akan lebih banyak lagi warga Rusia yang akan dikerahkan.

"Kami mendapat laporan bahwa musuh telah menyelesaikan mobilisasinya seolah-olah tidak perlu lagi mengirim gelombang baru warga Rusia ke garis depan," kata Zelensky.

"Kami merasa situasi sangat berbeda di lini depan."

"Meskipun Rusia mencoba untuk meningkatkan tekanan pada posisi kami dengan menggunakan wajib militer, mereka sangat kurang siap dan kurang dilengkapi."

"Kami menganggap bahwa Rusia mungkin akan segera membutuhkan gelombang baru pengerahan orang untuk kirim ke medan perang."

Sebelumnya, Putin dan Shoigu mengakui ada masalah pada hari-hari awal pemanggilan wajib militer.

Namun, Shoigu mengatakan masalah awal dalam memasok pasukan yang baru dimobilisasi telah diselesaikan.

Putin mengatakan kesalahan mungkin tidak dapat dihindari karena Rusia tidak melakukan mobilisasi untuk waktu yang lama tetapi pelajaran telah dipetik.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Vladimir PutinVolodymyr ZelenskyRusiaUkrainaInggrisKonflik Rusia Vs Ukraina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved