Pilpres 2024
Berita Ganjar Pranowo: Respons Puan Maharani Ditanya soal Elektabilitas yang Jauh di Bawah Ganjar
Sikap Puan Maharani saat ditanya terkait elektabilitasnya yang jauh berada di bawah Ganjar Pranowo.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Dalam berbagai survei, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mendulang hasil yang kurang memuaskan.
Dilansir TribunWow.com, jumlah suara yang diperoleh Puan tersebut berada di lini bawah, jauh di atas kader PDIP sekaligus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Namun saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Puan memilih bungkam dan tampak terganggu.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Tanggapan PDIP saat Kadernya Ramai Diduetkan dengan Ridwan Kamil
Sebagaimana diketahui, rivalitas Ganjar dan Puan dalam PDIP sudah menjadi rahasia umum.
Apalagi setelah keduanya sama-sama menyatakan kesiapan untuk maju menjadi kandidat Capres dalam Pemilu 2024.
Namun rupanya, elektabilitas Puan masih jauh dari Ganjar yang sempat memuncaki survei Litbang Kompas pada Oktober 2022.
Tercatat bahwa Puan memperoleh hasil suara sebesar 1 persen, sementara Ganjar 23,2 persen.
Ditemui di area Sport Center, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/11/2022), Puan sempat memandang ke arah jurnalis Kompas.com yang memberikan pertanyaan.
Namun ketika diminta konfirmasi terkait kesenjangan elektabilitasnya dengan Ganjar yang begitu besar, Puan justru mengelak.
"Ini masih mau tinjau area (Sport Centre)," ucap Puan dikutip Kompas.com.
Kemudian sejumlah petugas pengawal membubarkan sesi wawancara tersebut.

Baca juga: Diduga Bertemu untuk Bahas Puan, Megawati Disebut Punya Feeling Jokowi Dukung Ganjar Pranowo di 2024
Sebelumnya, hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan signifikansi Ganjar Pranowo dalam elektabilitas partainya.
Dalam surveinya, SMRC menilik pengaruh antara calon presiden yang akan diusung pada Pemilu 2024 dengan elektabilitas partai.
Diperlihatkan hasil sebanyak 43 persen responden tidak akan memilih PDIP, sementara 29 persen tidak menjawab, dan sisanya sebanyak 28 persen akan memilih partai banteng tersebut.
Namun, ketika PDIP mencalonkan Puan, justru terjadi penurunan suara di mana 44 persen tidak akan memilih PDIP, 31 persen menjawab tidak tahu, dan 25 persen akan tetap memilih.
Kondisi berbeda tampak ketika Ganjar diasumsikan menjadi nama yang diusung oleh PDIP.
Terlihat elektabilitas partai meningkat tajam dengan pemilih sebanyak 43 persen suara, disusul 33% responden tetap tidak memilih, dan 24% tak menjawab.
"Kalau dimasukan Ganjar, naik cukup tajam. Intinya, bukan soal persennya, Ganjar memperkuat PDI-P secara signifikan, persisnya," kata pendiri lembaga SMRC, Saiful Mujadi, dikutip kanal YouTube SMRC TV, Kamis (29/9/2022).
"Nah jadi kalau dilihat ini, hasil efek terhadap PDI Perjuangan, yang paling bagus adalah Ganjar, dia punya pengaruh sekitar 15 persen."

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo - Ini Jawaban Puan soal Rivalitas Dewan Kolonel dan Dewan Kopral: Hanya Nama
Dari hasil survei tersebut, maka disimpulkan Ganjar adalah tokoh yang akan membawa elektabilitas PDIP melonjak.
Bahkan, ia juga mengalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto jika keduanya diasumsikan akan diusung PDIP.
"Kalau dilihat inginnya adalah kader sendiri yang menjadi presiden, dan juga memperkuat parpol, maka Ganjar adalah pilihan terbaik untuk PDI Perjuangan," tandasnya.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Jika Gubernur Jateng Tak Dicalonkan PDIP, Relawan akan Pindah ke Prabowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kian lama makin menonjol popularitasnya di kalangan rakyat Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, hal ini dibuktikan dengan tingkat elektabilitasnya yang begitu tinggi sebagai kandidat calon presiden 2024.
Ganjar bahkan menduduki peringkat satu dan mengalahkan nama besar lainnya dalam survei yang digelar lembaga Charta Politika pada bulan September 2022.
Baca juga: Puan Masih Dijagokan, PDIP Kesampingkan Elektabilitas Ganjar? Politikus: Warna Bagi Masyarakat
Hasil survei ini dibagikan melalui laman chartapolitika.com dengan judul 'Hasil Rilis Survei Nasional Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM'.
Dalam keterangannya, pihak Charta Politika merinci waktu survei serta para responden yang berasal dari berbagai provinsi.
"Survei dilakukan pada tanggal 6 – 13 September 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi," bunyi keterangan tersebut.
"Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±(2.82 persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen."
Melalui surveinya, Charta Politika memperlihatkan hasil bahwa pada sisi peta elektoral, PDIP, Gerindra dan Golkar menjadi tiga partai politik pilihan publik
tertinggi.
Sementara itu, pada pertanyaan terkait dengan calon Presiden, elektabilitas tertinggi adalah pada nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Baca juga: Berita Prabowo Subianto: Gara-gara Anies, Airlangga dan Prabowo Tunjukkan Sinyal Bersatu di 2024

Pilihan publik terhadap calon Presiden terbilang stabil jika ditarik garis dari beberapa bulan belakangan.
Dalam elektabilitas 10 nama, responden memilih nama kandidat calon presiden yang akan diusung jika pemilu diadakan saat ini juga.
Pada simulasi tersebut, Ganjar mendapat suara tertinggi sebanyak 31 persen, Prabowo di urutan kedua dengan 24,4 persen dan Anies di urutan ketiga dengan 20,6 persen.
Sementara itu, pada simulasi elektabilitas 3 nama, Ganjar kembali menduduki peringkat paling atas dengan 37,5 persen suara.
Prabowo kembali berada di urutan kedua dengan jumlah suara 30,5 persen disusul Anies dengan 25,2 persen.
Dalam survei ini, diperlihatkan juga hasil dari kategori calon Wakil Presiden.
Terlihat Menkoparekraf Sandiaga Uno (22,3%) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (20,8%) menjadi dua nama teratas pilihan publik, cukup jauh di atas nama-nama lainnya.
(TribunWow.com/Via)