Liga 1
Sikap 5 Klub Liga 1 untuk Revolusi Sepak Bola Indonesia, Persis Solo dan Persebaya Desak PSSI KLB
Setidaknya ada lima klub Liga 1 2022 yang sudah mengambil sikap terkait tuntutan reformasi sepak bola Tanah Air.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Setidaknya ada lima klub Liga 1 2022 yang sudah mengambil sikap terkait tuntutan reformasi sepak bola Tanah Air.
Dari lima klub tersebut, hanya Persis Solo dan Persebaya Surabaya yang memiliki suara lantang dan menuntut supaya PSSI segera melakukan kongres luar biasa (KLB).
Sedangkan tiga klub lainnya, yakni PSIS Semarang, Arema FC, dan Persija Jakarta lebih memilihi jalur aman.
Baca juga: Wiljan Pluim Menuju Top Skor Sepanjang Masa PSM Makassar di Liga 1, Ini Kans Geser Ferdinand Sinaga
Baca juga: Daftar 9 Pemain Persib Bandung yang Belum Tampil Musim Ini, Mantan Bek Persis Solo Paling Kasihan
Dua pemimpin klub Persis Solo dan Persebaya, Kaesang Pangarep dan Azrul Ananda, diketahui bertemu di Balai Kota Solo pada Senin (24/10/2022).
Dalam pertemuan tersebut, tampak dua klub Perserikatan itu bergandeng tangan untuk menjadi inisiator perubahan di PSSI dan PT LIB.
"Untuk kebaikan sepak bola nasional, Persebaya dan Persis sepakat akan mengajukan dua surat," demikian pernyataan dua klub (24/10/2022).
"Yang pertama untuk diselenggarakannya KLB PSSI, untuk kebaikan sepak bola nasional secara menyeluruh."
"Yang kedua adalah mengajukan diselenggarakannya RUPS LB PT Liga Indonesia Baru, untuk membahas kepastian Liga."
Pernyataan di atas terbilang sangat tegas, terutama jika dibandingkan pernyataan tiga klub lain yang sudah bersikap.
Perlu dicatat, hanya lima klub tersebut yang sudah menyatakan sikap mengenai KLB PSSI hingga artikel ini ditulis.
Baca juga: Daftar Transfer Pemain Termahal Sepanjang Masa Persija Jakarta, Krmencik Geser Rekan Setim Casemiro
Jika melihat statemen Persija Jakarta, klub ibukota itu memang mendukung "transformasi sepak bola Indonesia."
"Kami mendukung penuh proses transformasi sepak bola yang saat ini sedang dilakukan," demikian pernyataan bertanda presiden Mohamad Prapanca (24/10/2022).
Hanya, tak disebutkan kata "KLB PSSI" atau "RUPS LB PT LIB" dalam pernyataan sepanjang tiga paragraf itu.
Senada dengan Arema FC, klub yang paling terdampak Tragedi Kanjuruhan itu mengakui telah kehilangan 135 suporter.
Meski begitu lagi-lagi tak terdapat penyebutan "KLB" dan "RUPS", meskipun dua hal itu yang dirasa paling mendesak untuk mentransformasi sepak bola Indonesia.