Breaking News:

Terkini Nasional

Sebut Masalah Polri seperti Drama, Arteria Dahlan: Episode Sambo, Tragedi Kanjuruhan, Teddy Minahasa

Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, menilai kasus Teddy Minahasa menambah buruk harkat Polri yang sudah jatuh akibat kasus Ferdy Sambo.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube TOPIK ANTV
Tangkapan layar Irjen Pol Teddy Minahasa. Terbaru, Arteria Dahlan menilai kasus Teddy Minahasa menambah buruk citra Polri setelah kasus Sambo dan Tragedi Kanjuruhan, Jumat (14/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa yang baru ditunjuk 5 hari menjadi Kapolda Jawa Timur, begitu mengejutkan publik.

Dilansir TribunWow.com, anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, menilai hal ini menambah buruk harkat Polri yang sudah jatuh akibat kasus Ferdy Sambo.

Menurut Arteria Dahlan, serangkaian kasus yang melibatkan aparat belakangan ini seolah seperti sebuah drama sinetron yang berkepanjangan.

Baca juga: Kronologi Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Ditangkap terkait Kasus Narkoba, Kini Terancam PTDH

Sebagaimana diketahui, Teddy Minahasa menjadi tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Ia dijerat pasal 114 ayat 2 UU Narkotika, susbsider pasal 112 ayat 2, juncto pasal 132 ayat 1, juncto pasal 55, undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Teddy Minahasa yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Barat diduga telah menjual barang bukti sabu-sabu ke seorang pengedar bernama Linda Pujiastuti di Jakarta.

Mengetahui kasus ini, Arteria menyesalkan bertambahnya pelanggaran yang kembali dilakukan oleh aparat.

Apalagi saat kasus Ferdy Sambo masih bergulir, belum lagi tragedi di Stadion Kanjuruhan yang juga dipicu ulang polisi melemparkan gas air mata.

"Kita sedih, kecewa, prihatin," kata Arteria dikutip kanal YouTube tvOneNews, Jumat (14/10/2022).

"Kejadian demi kejadian terjadi pada tubuh Institusi Polri, ibarat episode dalam sinetron yang tidak berkesudahan."

"Kemarin kita dapat episoden Sambo, kemudian episode Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan banyak orang, sekarang episode yang namanya Teddy Minahasa, polisi menjual barang bukti narkoba sitaan."

Anggota komisi III DPR Arteria Dahlan mencecar Menko Polhukam Mahfud MD terkait kasus Ferdy Sambo saat rapat bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Anggota komisi III DPR Arteria Dahlan mencecar Menko Polhukam Mahfud MD terkait kasus Ferdy Sambo saat rapat bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Sosok Irjen Teddy Minahasa, Kapolda Jatim Baru Pengganti Irjen Nico Afinta: Pernah Jadi Ajudan JK

Kasus yang bertubi-tubi menimpa Polri telah menghancurkan kepercayaan publik pada institusi tersebut.

Padahal, sejak kasus Sambo mencuat, seluruh pihak sedang berusaha meningkatkan nama baik Polri di hadapan publik.

"Ini harga mahal, jelas sekali trust publiknya terkoyak, turun kepercayaan publik pada Polri," ucap Arteria.

"Dari kasusnya Sambo ini kita coba tingkatkan terus dengan penuh kerja keras, kemudian juga semakin memperlihatkan Polri sebagai polisi rakyat bersekat dengan rakyatnya."

Kasus yang melibatkan Teddy Minahasa dinilai ironis oleh Arteria.

Apalagi mengingat jenderal bintang dua tersebut baru saja ditunjuk untuk menjadi seorang Kapolda di Jawa Timur.

"Ini ironi, seorang polisi, perwira tinggi bintang dua yang baru-baru saja dipromosikan oleh seorang Kapolri, ternyata melakukan penjualan barang bukti narkoba," beber Arteria.

"Bagian dari peredaran dan mungkin saja terindikasi kartel atau mafia narkoba."

Baca juga: Ferdy Sambo Bisa Lepas dari Pasal Pembunuhan Berencana? IPW Soroti Kejanggalan Berkas Jaksa Penuntut

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 05.10:

Teddy Minahasa Positif Narkoba dan Jual Sabu ke 'Mami'

Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPRI RI, mengaku terkejut atas penangkapan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Teddy Minahasa.

Dilansir TribunWow.com, Arteria Dahlan bahkan menyebutkan jika hasil tes Teddy Minahasa ternyata positif menggunakan narkoba.

Namun, Arteria Dahlan juga mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui jaringan narkoba yang melibatkan Teddy Minahasa termasuk sosok 'Mami' yang menjadi bandar besar.

Baca juga: Kronologi Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Ditangkap terkait Kasus Narkoba, Kini Terancam PTDH

Sebagaimana diketahui, Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan penangkapan Teddy Minahasa.

Jenderal bintang dua yang baru lima hari menjabat Kapolda Jatim menggantikan Irjen Nico Afianta tersebut diduga terlibat dalam jaringan besar narkoba Sumatera Barat.

Hal ini terungkap setelah penyidik menelusuri jaringan narkoba yang menjerat sejumlah anggota polisi termasuk mantan Kapolres Bukittinggi.

Menurut informasi, Teddy Minahasa mendapatkan 10 kg sabu dari Kapolres diduga merupakan hasil penyitaan barang bukti.

Namun kemudian, sebanyak 5 kg sabu dijualnya kembali pada sosok penadah bernama Linda yang dikenal dengan nama julukan Mami.

Transaksi tersebut dilakukan di sebuah Diskotek kota Jakarta yang hingga kini masih dirahasiakan lokasinya.

"Kita sudah tahu kok yang namanya Linda itu siapa, arahnya ke mana," kata Arteria dikutip kanal YouTube tvOneNews, Jumat (14/10/2022).

"Tapi kan sekarang ini banyak hal yang kita tahu tapi belum bisa dieksekusi aparat penegak hukum. Terkendalanya juga dengan berbagai alasan."

Teddy Minahasa Putra semasa menjabat Kapolda Banten. Irjen Teddy kini dipercaya jadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta.
Teddy Minahasa Putra semasa menjabat Kapolda Banten. Irjen Teddy kini dipercaya jadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta. (Kapolda_banten_official via Tribunnews.com)

Baca juga: Kepercayaan Publik Anjlok, Kapolri Ungkap Arahan Jokowi untuk Reformasi Polri: Tegas dan Jelas

Menurut Arteria, sosok Linda tersebut sudah dipetakan oleh BNN bersama sejumlah jaringan lainnya.

Namun baru saat inilah, dilakukan penelusuran mendalam oleh pihak kepolisian yang kemudian menjerat sejumlah aparat.

"Jadi kalau masalah Linda dan teman-teman Linda yang lain, itu kan kita sudah punya peta jaringan narkoba, kita bisa tanya di BNN, kita bisa tanya ke direktorat narkoba itu jelas semua kok, pemainnya siapa, jaringan mana, terang benderang," tutur Arteria.

Ia mengaku terkejut ketika mendengar bahwa Teddy Minahasa sendiri merupakan pemakai narkoba.

Hal ini terbukti dari hasil tes urine sang jenderal yang positif mengandung residu zat-zat terlarang.

Padahal, ia telah ditunjuk untuk membersihkan Jawa Timur yang juga memiliki kantong-kantong peredaran narkoba.

"Saya juga kaget mana kala Pak TM itu ternyata juga setelah dicek positif narkoba," ujar Arteria.

"Bayangkan itu akan memimpin Jawa Timur yang luar biasa kompleksitasnya."

Profil Teddy Minahasa

Diketahui, Teddy Minahasa lahir di Minahasa, Sulawesi Utara pada 23 November 1970.

Dilansir Tribunnews.com, ia lulus dari Akademi Kepolisian pada 1993 dan memiliki karier serta prestasi yang cemerlang.

Teddy Minahasa mengawali kiprahnya dengan menjadi pejabat polisi di bidang lalu lintas, ia dilantik sebagai Kasubditmin Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah pada tahun 2008.

Kemudian pada tahun 2014, Teddy Minahasa sempat menjadi ajudan wakil presiden RI yang kala itu dijabat oleh Jusuf Kalla.

Teddy Minahasa menjadi ajudan wapres bersamaan dengan Listyo Sigit yang menjabat sebagai ajudan Presiden Jokowi pada saat yang sama.

Kemudian Teddy Minahasa menjadi staf ahli wakil Presiden di tahun 2017 sebelum kemudian ditugaskan menjadi Karopaminal Divpropam Polri di tahun yang sama.

Pada 2018, ia menjadi Kapolda Banten menggantikan Listyo Sigit sebelum kemudian dilantik sebagai Wakapolda Lampung.

Di tahun 2019, Teddy Minahasa menjabat sebagai Sahlijemen Kapolri kemudian bertugas sebagai Kapolda Sumatera Barat (2021) hingga kemudian ditetapkan sebagai Kapolda Jawa Timur (2022).

Teddy Minahasa tercatat pernah mendapat sejumlah penghargaan, antara lain tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya yang diberikan langsung oleh Jokowi.

Kemudian, ia menjadi Lulusan Terbaik Progam Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI-TA 2017 Lemhannas RI dan mendapatkan penghargaan Seroja Wibawa Nugraha.(TribunWow.com)

Berita terkait lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Arteria DahlanFerdy SamboTeddy MinahasaStadion Kanjuruhannarkoba
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved