Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Selain Pihak Keamanan, PSSI ataupun Panpel, Ini 3 Kesalahan Aremania Atas Tragedi Kanjuruhan

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah mengumumkan hasil analisis dan investigasi atas tragedi Kanjuruhan.

Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Selain Pihak Keamanan, PSSI ataupun Panpel, Ini 3 Kesalahan Aremania Atas Tragedi Kanjuruhan 

TRIBUNWOW.COM - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah mengumumkan hasil analisis dan investigasi atas tragedi Kanjuruhan.

TGIPF menyebut banyak pihak yang memang harus bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan lebih dari 100 korban jiwa.

Selain dari pihak keamanan, panitia pelaksana (panpel), LIB hingga PSSI, para pendukung Arema FC, Aremania juga menjadi pihak yang perlu disalahkan.

Baca juga: Direnovasi Total Tahun 2023, Markas Arema FC akan Dibangunkan Monumen untuk Ingat Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: TGIPF Ungkap 5 Kesalahan Polisi dalam Tragedi Kanjuruhan: Membabi Buta Tembakkan Gas Air Mata

TGIPF memaparkan tiga poin penting soal suporter yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Pertama, suporter dianggap mengabaikan larangan untuk memasuki area lapangan Stadion Kanjuruhan.

Mereka juga melanggar aturan FIFA, yakni menyalakan flare atau suar, dan bahkan melempar ke lapangan.

"Tidak mengetahui/ mengabaikan larangan dalam memasuki area lapangan pertandingan, termasuk larangan dalam melempar flare ke dalam lapangan," tulis laporan TGPIF.

Kedua, TGIPF juga menyebut para suporter melakukan tindakan dan melontarkan ucapan yang memancing pihak keamanan.

Baca juga: Rekomendasi TGIPF, Seluruh Jajaran Termasuk Ketum PSSI Harus Mundur Apabila Liga 1 Ingin Bergulir

Baca juga: Iwan Bule dan Jajaran PSSI Diminta Mundur oleh Tim TGIPF, Shin Tae-yong Bakal Ikut Serta?

"Melakukan tindakan dan mengeluarkan ucapan-ucapan bersifat provokatif dan melawan petugas."

Terakhir, berdasarkan temuan TGIPF, suporter juga didapati melakukan tindakan anarkis dengan melempar benda keras.

Bahkan, suporter terbukti menyerang dengan memukul pemain cadangan Arema FC dan petugas.

"Melakukan tindakan melawan petugas (melempar benda benda keras, dan melakukan pemukulan terhadap pemain cadangan Arema FC dan petugas)," sambungnya.

Nantinya, laporan TGIPF akan dipelajari dan ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam laporannya, TGIPF juga memberikan catatan akhir agar Polri meneruskan penyelidikan tindak pidana terhadap orang-orang lain yang juga diduga kuat terlibat dan harus bertanggung jawab secara pidana dalam kasus ini.

"TGIPF punya banyak temuan-temuan indikasi untuk bisa didalami oleh Polri. Ini tadi tanggung jawab hukum," kata Ketua TGIPF, Mahfud MD.

"Adapun tanggung jawab moral dipersilakan masing-masing melakukan langkah-langkah yang diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia Indonesia yang berkeadaban," imbuhnya.

Baca Berita Terkait Liga 1 Lainnya 

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Tragedi Kanjuruhan: 3 Kesalahan Besar Suporter, Termasuk Pukul Pemain Cadangan Arema FC 

Sumber: BolaSport.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved