Kabar Tokoh
VIDEO Momen Atalia Sebut Nama Eril saat Sidang, Sekoper Cinta Mengantarnya Raih Gelar Doktor
Atalia mengungkap sosok yang selama ini mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan sampai menempuh gelar doktor, ialah putra sulungnya disapa Eril.
Editor: Rekarinta Vintoko
Syukur
Rektor Unpad Prof Rina Indiastuti memimpin langsung sidang tersebut.
Dekan Fikom Unpad Dr Dadang Rahmat Hidayat bertindak sebagai Sekretaris Sidang. Tim promotor terdiri dari Dr Susanne Dida, M.M., Dr Dadang Sugiana, M.Si., dan Dr Purwanti Hadisiwi, M.Si.
Adapun tim penelaah terdiri dari Prof Dr Engkus Kuswarno, M.S., Dr Tine Silvana Rachmawati, M.Si., dan Dr Jenny Ratna Suminar, M.Si.
Selain dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta keluarga, sidang promosi doktor, kemarin, juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, unsur Forkopimda Jabar, bupati/wali kota se-Jabar, dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemda Provinsi Jabar.
Atalia mengaku rasa syukur telah berhasil meraih gelar doktor dalam waktu kurang dari empat tahun.
Sebelumnya Atalia membuat tesis dalam bidang komunikasi dan mendapatkkan gelar S2 magister ilmu komunikasi. Pada jenjang S1 Atalia bergelar sarjana ilmu politik.
"Pendidikan adalah sepanjang hayat," tutur Atalia.
Keberhasilannya dalam meraih gelar doktor ini, ujarnya, juga berkat dukungan doa dan moral dari orang tua.
"Berkat doa orang tua sesuatu yang sulit bisa terselesaikan," imbuhnya.
Baca juga: Berita Ridwan Kami: Pamerkan Gelar Baru Atalia, RK Teringat Eril: Kamu Pasti Bangga Melihat Ini
Sekoper Cinta
Atalia meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Pengembangan Program Komunikasi Instruksional Sekolah Nonformal ‘Sekoper Cinta’ Terhadap Perilaku Peserta Didik di Provinsi Jawa Barat”.
Atalia menjelaskan bahwa program “Sekoper Cinta” berpengaruh signifikan terhadap perilaku peserta didik.
Atalia juga mengungkapkan bahwa perbedaan karakterisitik individu, seperti tingkat pendidikan, usia, status perkawinan, dan etnis budaya tidak berkontribusi signifikan pada pengaruh rancangan dan implementasi komunikasi instruksional terhadap perilaku peserta didik.
“Dengan demikian program komunikasi instruksional sekolah nonformal ‘Sekoper Cinta’ dapat diaplikasikan secara efektif pada berbagai karakeristik peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, tingkat usia, status perkawinan, dan latar belakang budaya di Jawa Barat,” kata Atalia.