Breaking News:

Sinopsis Film

The Letter A Message for Our Earth, Film Pesan Vatikan untuk Selamatkan Bumi dari Kehancuran

The Letter diluncurkan secara resmi 3 Oktober 2022 pada hari peringatan St. Fransiskus Assisi dan sudah bisa dilihat lewat Youtube.

YouTube/YouTube Originals
The Letter A Message for Our Earth, Film Pesan Vatikan untuk Selamatkan Bumi dari Kehancuran 

Surat Paus untuk umat

Di awal film, Dr. Lorna Gold menyapa penonton dengan mengatakan bahwa Paus Fransiskus menulis surat untuk kita semua. Pada umumnya orang tidak percaya bagaimana mungkin paus menulis surat untuk mereka. Sesungguhnya memang benar bahwa Paus Fransiskus menulis surat untuk kita semua.

Paus Fransiskus ingin menyapa dan berdialog dengan semua orang yang tinggal di planet bumi rumah kita bersama mengenai apa yang terjadi dengan bumi kita dan apa yang harus kita lakukan.

Lalu Fr. Joshtorm Kureethadam dari The Vatican Dicastery for Promoting Integral Human Development yang saat ini dipimpin Kardinal Michael Czerny menjelaskan proses memilih lima orang aktivis lingkungan hidup dari berbagai latar belakang untuk dipertemukan dengan Paus Fransiskus, yaitu Arouna Kande seorang pemuda dari Senegal yang beragama Islam mewakili voices of the poor, Chief Dada Borari dari hutan Amazon di Brazil yang menganut agama asli mewakili voices of the indigenous people, Ridhima Pandey seorang gadis muda berusia 13 tahun dari India yang beragama Hindu mewakili voices of the youth, serta suami istri Dr. Greg Asner dan Dr. Robin Martin ahli biologi kelautan dari Hawaii yang mengaku tidak menjalani kehidupan beragama mewakili voices of the wildlife.

Kardinal Peter Turkson yang memimpin The Vatican Dicastery for Promoting Integral Human Development (2017-2021) nampak wajahnya dalam film ini.

Keberanian memilih nama St. Fransiskus Assisi

Film ini tentu saja juga menampilkan Paus Fransiskus. Tahun 2013 ketika terpilih menjadi paus, beliau memilih nama St. Fransiskus Assisi (1182-1226). Kardinal Cantalamessa mengatakan belum ada paus yang berani menggunakan nama St. Fransiskus Assisi karena artinya harus berani menjawab tantangan yang sangat besar untuk mengikuti jejak teladan kehidupan St. Fransiskus Assisi.

Paus Fransiskus memilih nama St. Fransiskus Assisi yaitu orang yang mencintai orang miskin, pembawa damai, dan orang yang mencintai dan melindungi ciptaan karena merasakan sekarang ini kita tidak mempunyai relasi yang baik dengan seluruh alam ciptaan. Paus Fransiskus berharap benih yang ada di dalam hidup St. Fransiskus Assisi akan tumbuh di dalam hati banyak orang.

Menara Babel kesombongan manusia

Paus Fransiskus mengatakan bahwa dunia saat ini seperti sedang membangun Menara Babel kesombongan manusia setinggi mungkin. Batu-batunya adalah batu kekuasaan dan batu ekonomi. Orang-orang bekerja siang malam membangun menara ini sebagai budak.

Kalau ada budak yang jatuh dan mati maka akan diganti budak yang lain. Tidak ada yang peduli. Saat ini bumi dan alam semesta sudah menjerit kesakitan dan minta kita berhenti. Stop menyakiti bumi rumah kita bersama!

Paus Fransiskus tidak sadar menggunakan bahasa Spanyol ketika berjumpa dengan Arouna Kande, Chief Dada, Ridhima Pandey, serta Greg Asner dan Robin Martin yang ditemani Lorna Gold. Paus Franskiskus meminta maaf karena kalau sedang berbicara dari dalam hatinya, beliau akan spontan menggunakan bahasa ibunya yaitu bahasa Spanyol.

Paus Fransiskus mengingatkan bahwa seruan untuk menyelamatkan bumi harus muncul dari generasi muda sebagai pewaris dan sekaligus penyelamat dunia. Kita harus menyanyi bersama bagaikan suatu paduan suara untuk menyelamatkan alam semesta, kita semua, dan anak cucu kita. Jangan menyingkirkan dan membuang siapapun dalam perjuangan ini.

Sesudah berjumpa dengan Paus Fransiskus, Arouna Kande, Chief Dada, Ridhima Pandey, serta Greg Asner dan Robin Martin diajak Lorna Gold untuk mengunjungi Assisi untuk merasakan semangat dan jiwa St. Fransiskus Assisi.

Saat itulah Arouna menerima kabar bahwa sekolah tempatnya tinggal terkena banjir dari naiknya air laut. Arouna juga melihat video yang dibuat Bilal Seck atau Billy yang perahunya tenggelam saat menyeberang ke Spanyol. Untunglah banyak yang bisa diselamatkan oleh perahu nelayan yang menemukan mereka.

Arouna sangat sedih dan terpukul dengan kabar yang diterimanya dari Senegal. Semua yang lain juga ikut merasa sedih dan tak berdaya.

Arouna berterima kasih kepada semuanya karena merasakan kebersamaan sebagai satu keluarga yang siap berjuang bersama untuk membangun masa depan. Chief Dada mengatakan sekarang ia tidak akan pernah merasa takut lagi karena ia merasa tidak sendirian lagi.

Ia yakin bahwa penderitaan seseorang adalah penderitaan kita semua. Lorna merasa sangat kesakitan karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong mereka yang menderita. Ridhima mengajak semuanya untuk bertindak mengatasi krisis iklim dan menjadi perubahan yang ingin kita saksikan dan alami dalam kehidupan ini.

Kesempatan memilih jalan

Film ditutup dengan Lorna yang mengingat pada awalnya mereka berkumpul sebagai orang asing yang datang dari berbagai latar belakang, namun akhirnya berbagi mimpi yang satu. Lorna yakin bahwa masih ada harapan dan perubahan kalau kita membangun aliansi. Arouna tidak bisa berhenti membayangkan dirinya sedang dalam penjelajahan bersama menuju masa depan.

Chief Dada semakin yakin bahwa masa depan Amazon tergantung kita semua. Ridhima mengajak semuanya bertindak mengatasi krisis iklim dengan menjadi perubahan yang kita mimpikan. Greg Asner menemukan bahwa perspektif hidup dan karirnya berubah.

Martin Robin yakin bahwa setiap orang mempunyai kisahnya sendiri. Paus Fransiskus menutup dengan mengatakan kita saling membutuhkan. Tidak ada manusia yang sendirian. Kita hanya bisa membangun masa depan di mana setiap orang mengambil bagian.

Sesudah film selesai dibuat, Arouna menjadi mahasiswa sambil bekerja di Maison de la Garde pimpinan Issa Kouyate yang aktif dalam usaha penghijauan dan edukasi orang muda. Ia ikut serta dalam proyek pemberdayaan petani perempuan, membangun klinik kesehatan, dan pembuatan jalan penghubung sepanjang 7 kilometer.

Arouna bercita-cita menjadi pekerja sosial untuk mengajak orang muda Senegal untuk tidak putus asa dan mengungsi melainkan mencari jalan untuk membangun Senegal. Arouna tidak ingin berhenti memikirkan bagaimana membangun masa depan Senegal yang lebih baik.

Chief Dada melanjutkan perjuangannya membela hak-hak masyarakat asli atas tanah mereka. Chief Dada juga berusaha mendidik generasi muda untuk mempertahankan hutan rumah mereka di hutan Amazon.

Ia juga mengusahakan berbagai proyek kesehatan masyarakatdan pelatihan aktivis pembela lingkungan lewat organisasi Forest Forces. Karena perjuangan dan suara vokalnya, Chief Dada semakin banyak mengalami ancaman yang membahayakan kehidupannya.

Ridhima bersama ayahnya merintis lembaga yang menyediakan pendidikan dan dukungan untuk masyarakat miskin di India. Ia juga aktif dalam upaya perlindungan gajah dan pelatihan bagi perempuan muda sambil meneruskan sekolahnya.

Greg Asner dan Robin Martin mendirikan Hawaii Marine Education and Research Center (MERC) suatu lembaga pendidikan yang memadukan sains, komunitas, dan masyarakat asli untuk melindungi keanekaragaman laut. Mereka berharap Hawaii MERC menjadi model dan contoh bagi lembaga lainnya di seluruh dunia.

Bagi yang ingin melakukan sesuatu untuk merawat rumah kita bersama, TheLetterFilm.org menyediakan berbagai info, materi, dan link yang berguna.

Kita semua ada di persimpangan jalan. Manusia diberi kesempatan untuk memilih jalan yang mana. Kita sebenarnya tahu jalan mana dan apa yang harus dilakukan. Saat inilah kita harus memilih dan bertindak. Sekarang atau tidak sama sekali. Masih ada harapan. Sekali kita sudah tahu dan sadar, kita tidak lagi bisa memalingkan wajah dan tidak peduli.

Kata Lorna Gold, “Once you know, you cannot look away.”

*) Imam praja (diosesan) Keuskupan Bandung, aktif dalam kegiatan gerakan pelatihan konservasi lingkungan

(TribunWow.com)

Tags:
Sinopsis FilmThe Letter A Message for Our EarthVatikanPaus Fransiskus
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved