Tragedi Arema Vs Persebaya
Cerita Aremania saat Minta Hentikan Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan: Saya Diserang oleh Polisi
Seorang fan Arema FC, Yoyo, mengungkapkan kisahnya saat meminta aparat kepolisian untuk menghentikan penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 menyisakan duka terdalam bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Dikutip dari Kompas.com, satu kisah soal Tragedi Kanjuruhan datang dari seorang fan Arema FC yang bernama Yoyo.
Yoyo, mengungkapkan kisahnya saat meminta aparat kepolisian untuk menghentikan penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.
Baca juga: Panpel Arema FC Temukan Fakta Baru Tragedi Kanjuruhan, Bandingkan Efek Gas Air Mata Tahun 2018
Yoyo barangkali tidak pernah menyangka bakal menghadapi situasi paling mencekam saat menonton tim kesayangannya Arema FC bermain melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya memang menyimpan duka mendalam bagi suporter bernama Aremania.
Betapa tidak?
Berdasarkan laporan terakhir, terdapat 131 orang meninggal dunia, sedangkan ratusan lainnya menderita luka-luka.
Penyebab banyaknya korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan diduga karena tembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk meradam kerumunan suporter Aremania yang berada di Stadion Kanjuruhan.
Padahal, penggunaan gas air mata saat mengamankan pertandingan sepak bola dilarang dalam regulasi FIFA.
Salah satu Aremania bernama Yoyo sejatinya sudah memberikan peringatan kepada pihak kepolisian untuk menghentikan tembakan gas air mata ke arah tribun penonton.
Baca juga: Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Tanggapi Alasan Aremania Turun ke Lapangan Bukan untuk Rusuh
Yoyo bahkan memberanikan diri turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan untuk meminta kepada aparat kepolisian agar menghentikan tembakan gas air mata.
Ia melakukan demikian setelah mendengar penderitaan dari anak kecil yang minta tolong karena terpapar gas air mata.
“Saya dengar ada anak kecil berteriak minta tolong, menangis,” ucap Yoyo dalam wawancara bersama The Athletic.
“Banyak ibu menangis minta tolong karena anaknya juga terkena efek gas air mata,” tambah Yoyo menjelaskan.