Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Update Oknum TNI Tendang Kungfu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan, Panglima TNI: 1 Belum Ngaku

Viral video oknum TNI melakukan kekerasan pada Aremania ketika tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV/ Tribunnews
Kolase Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan oknum TNI yang menyerang suporter saat insiden di Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUNWOW.COM - Viral video oknum TNI melakukan kekerasan pada Aremania ketika tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022).

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa langsung menyoroti tindakan anggotanya pada Aremania tersebut.

Menurut Andika Perkasa, sikap oknum TNI yang melakukan tendangan kungfu pada Aremania sangat berlebihan.

Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas.
Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas. (Surya Malang/Purwanto)

Baca juga: Sambil Teteskan Air Mata, Presiden Arema FC Sambangi dan Peluk Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan

Pasalnya, Aremania tidak melakukan perlawanan dan terkesan menghindari oknum TNI yang mengejarnya.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com pada Kamis (6/10/2022), Andika Perkasa membeberkan perkembangan penyelidikan oknum TNI yang melakukan tendangan kungfu ke Aremania.

Andika Perkasa mengatakan bahwa ada lima prajurit yang sudah diperiksa sesuai dengan bukti awal video viral dari Aremania.

Tak berhenti di situ saja, Andika Perkasa berjanji akan mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Sejauh ini yang prajurit kita periksa ada lima. Diperiksa ini karena sudah ada bukti awal. Dari lima ini, empat sudah mengakui. Tapi yang satu belum," ujar Andika Perkasa.

"Tapi kami enggak menyerah. Kami terus minta info dari siapa pun juga. Siapa pun yang punya video," jelasnya.

Baca juga: Persebaya-Bonek Siap Akhiri Perseteruan dengan Arema FC, Persib Bandung dan Persija Kapan?

Andika Perkasa menjelaskan bahwa kelima prajurit tersebut akan diperiksa sesuai prosedur.

Nantinya, Andika Perkasa akan melibatkan Komandan Batalion para oknum TNI yang melakukan tindakan berlebihan di Stadion Kanjuruhan.

Pihaknya tak segan-segan menghukum oknum TNI yang terbukti melakukan tendangan kungfu pada Aremania.

"Kita memeriksa juga yang lebih atasnya. Prosedur apakah yang mereka lakukan? Apakah mereka sudah mengingatkan? Dan ini sampai dengan tingkat Komandan Batalion-nya yang ada juga di situ," jelas Andika Perkasa.

"Ini juga sebagai bentuk evaluasi. Karena (kekerasan) enggak boleh terjadi," tandasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved