Konflik Rusia Vs Ukraina
Jawab Ancaman Nuklir Rusia, Warga Ukraina Agendakan Pesta Seks Massal Lewat Telegram
Aksi nyeleneh dilakukan oleh warga Ukraina yang mengagendakan sebuah acara cabul sebagai respons atas ancaman nuklir Putin.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Aksi nyeleneh dan tidak senonoh dilakukan oleh beberapa warga Ukraina untuk merespons ancaman nuklir yang sempat disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Merespons ancaman tersebut, ada warga Ukraina yang mengagendakan sebuah acara pesta seks massal jika nanti Vladimir Putin benar-benar meluncurkan bom nuklir.
Dikutip TribunWow dari Thesun, menurut pihak penyelenggara, respons ini untuk membuktikan bahwa warga Ukraina tidak akan takut terhadap ancaman-ancaman dari Rusia.
Baca juga: Ngaku Diserang Membabi Buta, Rusia Tuding Ukraina Berusaha Buat Zaporizhzhia Tak Bisa Dihuni
Agenda pesta seks massal ini dipromosikan lewat Telegram.
Sejauh ini sudah ada 15 ribu pengguna Telegram yang mendukung diselenggarakannya acara tersebut.
Pesta seks massal ini rencananya akan digelar di Bukit Shchekavystsa.
Para peserta yang ingin hadir diminta untuk menandai tangan mereka menggunakan garis sebagai bentuk keikutsertaan.
Menurut pihak penyelenggara, acara ini sangat populer sampai-sampai apartemen yang memiliki pemandangan langsung ke Shchekavystsa sudah lenyap dari iklan sewa apartemen.
Seorang wanita penduduk lokal berbicara kepada Radio Free Europe bahwa acara nyeleneh itu adalah bentuk optimisme Ukraina yang yakin akan kesempatan menang Ukraina melawan Rusia.
"Kebalikan dari keputusasaan," ujar wanita tersebut.
Channel Telegram yang mengiklankan agenda pesta seks massal ini juga sempat mengolok-olok dan menghujat upaya Rusia menyerang Ukraina.
Baca juga: Rusia Tangkap Warga AS, Tuding Tendang Polisi saat Ketegangan 2 Negara Memanas akibat Perang Ukraina
AS akan Pimpin NATO Serbu Rusia
Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dipastikan akan memberikan respons serius jika Presiden Rusia Vladimir Putin nekat menggunakan senjata nuklir dalam konflik di Ukraina.
Bahkan tak tertutup kemungkinan AS akan memimpin NATO melakukan serangan membasmi pasukan militer Rusia di Ukraina.
Dikutip TribunWow dari theguardian, prediksi reaksi AS ini disampaikan oleh eks bos badan intelijen AS alias CIA sekaligus purnawirawan jenderal bintang 4, yakni David Petraeus.
Baca juga: Rebut 4 Provinsi Ukraina, Putin Ajak Akhiri Invasi Rusia hingga Tuding Barat sebagai Penyembah Setan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2man-serangan-nuklir-presiden-rusia-vladimir-putin.jpg)