Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Buntut Tragedi Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Ketum PSSI Ramai-ramai Diminta Mundur dari Jabatannya

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, diminta mundur oleh warganet seusai terjadinya kerusuhan di laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya

Penulis: Aulia Majid
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Kolase Instagram @ mochamadiriawan84 dan Surya Malang/Purwanto
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (kiri) dan Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam (kanan). Ketua Umum (Ketum) PSSI diminta mundur oleh warganet seusai terjadinya kerusuhan di laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan atau yang akrab Iwan Bule, diminta mundur oleh warganet seusai terjadinya kerusuhan di laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Dilansir TribunWow.com, pada pekan ke-11 Liga 1 2022 lalu, pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya harus diakhiri dengan kericuhan yang terjadi antara suporter dengan pihak keamanan.

Pada pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022), ratusan suporter yang turun ke lapangan membuat pihak keamanan kewalahan dalam mengamankan situasi.

Alhasil, gas air mata ditembakkan oleh pihak keamanan dan membuat jatuhnya ratusan korban jiwa pada laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.

Baca juga: Bersamai Aremania hingga Meninggal, Gelandang Arema FC Ungkap 2 Permintaan Terakhir di Kanjuruhan

Buntut dari kejadian kerusuhan yang terjadi pada laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut, PSSI dan PT LIB selaku operator Liga 1 2022 mendapatkan banyak sorotan.

Dilansir TribunWow.com, banyak warganet yang menyayangkan adanya jam pertandingan Liga 1 2022 yang terlalu malam.

Dengan jam kick-off yang terlalu malam, maka akan membahayakan keamanan dan kenyamanan penonton dalam menikmati Liga 1 2022.

Selain itu, banyak warganet yang menyayangkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh warganet kepada suporter di laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Bahkan, penggunaan gas air mata oleh pihak keamanan juga disinyalir telah menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh FIFA.

Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, 127 orang meninggal, 2 di antaranya anggota polisi, Minggu (2/10/2022)
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, 127 orang meninggal, 2 di antaranya anggota polisi, Minggu (2/10/2022) (SURYA/PURWANTO)

Baca juga: Imbas Tragedi Arema FC Vs Persebaya, Bos Persis Solo Pinta Pasoepati dan Rivalnya Ini untuk Berdamai

Munculnya gelombang kekecewaan terhadap kepemimpinan PSSI membuat warganet mendesak Iwan Bule untuk mundur dari jabatannya.

Dilansir TribunWow.com dari Instagram @mochamadiriawan84 pada Senin (3/10/2022), tampak warganet ramai-ramai meminta Iwan Bule mundur dari Ketum PSSI sebagai bentuk tanggungjawab atas tragedi Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.

Kecewanya warganet disinyalir karena Iwan Bule yang tidak terlalu tampak kurang tegas saat menjadi Ketum PSSI

Bahkan, saat Iwan Bule memimpin konferensi pers tragedi Arema FC melawan Persebaya Surabaya, ia mendapat sorotan karena blunder saat mengucapkan kata pembukaan.

Pada pembukaan konferensi pers, Iwan Bule mengucapkan kata "Hadirin yang berbahagia" yang tentunya konteksnya sangat kontradiktif dengan suasana duka yang terjadi akibat tragedi dari Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, diminta untuk mundur dari jabatannya seusai terjadinya kerusuhan di laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Liga 1 2022 pekan ke-11.
Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, diminta untuk mundur dari jabatannya seusai terjadinya kerusuhan di laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Liga 1 2022 pekan ke-11. (Instagram @mochamadiriawan84)

Baca juga: Liga 1 Resmi Dihentikan oleh PSSI Imbas Insiden Arema Vs Persebaya hingga Waktu yang Tak Ditentukan

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved