Breaking News:

Virus Corona

130 Orang di Singapura Salah Terima Dosis Vaksin Covid-19, Ini Kata Menteri Kesehatan Setempat

Masalah dosis vaksin di Singapura muncul setelah dua orang dewasa masing-masing diberi satu botol penuh vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.

AFP File/Natalia Kolesnikova
Ilustrasi vaksin COvid-19. Masalah dosis vaksin di Singapura muncul setelah dua orang dewasa masing-masing diberi satu botol penuh vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 130 warga di Singapura menerima vaksin Covid-19 dengan dosis yang salah.

Hal itu dikatakan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), Senin (3/10/2022).

Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, MOH Janil Puthucheary mengatakan 11 orang terkena dampak awalnya.

Baca juga: Wisatawan yang Belum Divaksin Lengkap akan Dapat Izin Masuk Singapura, Ini Ketentuan Barunya

Yakni berupa overdosis, sementara 119 orang terkena dampak kekurangan dosis vaksin Covid-19.

Jumlah tersebut merupakan pengurangan dari sekitar 16 juta dosis vaksin Covid-19 yang diberikan sejak awal pandemi.

Dari 130, tujuh adalah anak-anak berusia antara lima dan 11 tahun, yang tidak memiliki reaksi yang merugikan.

Sisanya, orang dewasa, tidak mengalami reaksi merugikan atau pulih dengan lancar, kata Dr Puthucheary.

Baca juga: Wisatawan yang Belum Divaksin Lengkap akan Dapat Izin Masuk Singapura, Ini Ketentuan Barunya

Masalah ini muncul setelah insiden bulan lalu saat dua orang dewasa masing-masing diberi satu botol penuh vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.

Namun vaksin itu tidak diencerkan di sebuah klinik di Hougang.

Satu dirawat di rumah sakit setelah mengalami sakit kepala dan peningkatan denyut jantung dan sejak itu telah dipulangkan.

Pasien lain tidak melaporkan reaksi yang merugikan.

Klinik yang berada di bawah ProHealth Medical Group, dan dokter yang memberikan vaksin telah diliburkan dari Program Vaksinasi Nasional.

“Penyedia vaksin diharapkan dapat menilai kompetensi stafnya dalam pemberian vaksinasi Covid-19,” ujar Puthucheary.

Dr Puthucheary mengatakan bahwa jika terjadi kesalahan administrasi vaksin dan keadaan darurat medis setelah vaksinasi, penyedia vaksinasi wajib melapor ke Depkes selambat-lambatnya tiga jam setelah kejadian.

Penyedia juga perlu segera memberi tahu pasien ketika kesalahan vaksinasi telah terjadi.(TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved