Breaking News:

Virus Corona

Pejabat WHO Memperingatkan Dunia jika Ingin Mundur dari Penanganan Covid-19: Darah di Tangan Anda

Negara kaya tidak boleh mundur dari penanganan Covid-19 sebagai masalah global ini kata WHO, Sabtu (24/9/2022).

KOMPAS.com/ERICSSEN
Ilustrasi MRT Singapura yang sedang melintas di distrik Dhoby Ghaut, (16/5/2021). Negara kaya tidak boleh mundur dari penanganan Covid-19 sebagai masalah global ini kata WHO, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Bruce Alyward memberikan peringatan kembali soal Covid-19.

Bruce Alyward memberikan warning pada negara yang berpikir pandemi Covid-19 telah berakhir.

Pasalnya banyak negara berpenghasilan rendah masih harus berjuang karena dampak Covid-19.

Baca juga: Kepala WHO Merasa Miris Konflik di Yemen hingga Suriah Tak Dapat Perhatian seperti Ukraina

Dikutip dari Channel News Asia, hal itu dikatakan pejabat senior WHO dalam sebuah wawancara.

Negara kaya tidak boleh mundur dari penanganan Covid-19 sebagai masalah global, Sabtu (24/9/2022).

Seruan itu muncul mengingat pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyebut pandemi telah berakhir.

"Ketika saya mendengar mereka berkata, 'Yah, kami sangat nyaman di sini', itu seperti, 'Bagus, sekarang Anda benar-benar dapat membantu kami menyelesaikan masalah seluruh dunia'," kata Aylward.

Saat ini WHO tengah berfokus pada vaksin, perawatan dan tes Covid-19 di seluruh dunia.

Baca juga: WHO akan Memasok Obat HIV ke Ukraina yang Miliki Penyintas Terbesar Kedua di Dunia

Sehingga belum ada ajakan resmi untuk dunia berhenti dari fokus Covid-19.

Bahkan, negara-negara sudah harus siap jika mendadak ada gelombang infeksi susulan.

"Jika Anda pergi tidur sekarang dan gelombang ini menghantam kita dalam tiga bulan. Darah di tangan Anda," katanya.

Dia juga menekankan bahwa Biden ada benarnya di dalam negeri karena Amerika Serikat memiliki akses yang baik ke semua alat Covid-19.

Sementara Aylward mengoordinasikan ACT-Accelerator, kemitraan antara WHO dan badan kesehatan global lainnya untuk membantu negara-negara miskin mengakses alat Covid-19. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved