Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tuduh Pasukan Rusia Terobsesi Kebiri Korbannya, Zelensky Ungkit Kejahatan Perang di Ukraina

Zelensky mengungkit bukti kejahatan perang terbaru pasukan Rusia di wilayah yang sempat dikuasai oleh pasukan Putin.

YouTube The Independent
Pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Majelis Umum Tahunan PBB, Kamis (22/9/2022). 

"Kita telah melihat siapa satu-satunya yang menginginkan perang - hanya ada satu entitas," ungkap Zelensky.

Baca juga: Kuburan Massal di Ukraina Diduga Bukti Kejahatan Perang Rusia, Jubir Putin Membantah, Ungkit Bucha

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan akan memobilisasi sebagian penduduk Rusia untuk membantu tentara di medan perang Ukraina, Rabu (21/9/2022).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan akan memobilisasi sebagian penduduk Rusia untuk membantu tentara di medan perang Ukraina, Rabu (21/9/2022). (Tangkapan Video The Guardian)

Rusia Disebut Takut Kalah

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Rusia disebut tengah dalam kondisi takut kalah melawan Ukraina.

Sindiran ini disampaikan oleh Kepala Kantor Staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Andrey Yermak.

Dikutip TribunWow dari rt, Yermak menanggapi soal rencana Rusia menggelar referendum di wilayah Ukraina dan eks Ukraina untuk bergabung dengan Rusia.

Baca juga: Kepala Polisi Ukraina Jadi Korban Ledakan Bom setelah Membelot ke Rusia, FSB Diduga Terlibat

“Seperti inilah ketakutan akan kekalahan. Musuh takut dan menggunakan manipulasi primitif," ujar Yermak, Selasa (20/9/2022).

Yermak lalu menegaskan Ukraina berhak membebaskan seluruh wilayahnya yang sempat dikuasai oleh pasukan Putin tak peduli apa yang dilakukan oleh Rusia.

Menurut informasi dari RT.com, rencana referendum akan digelar di Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Lugansk, Kherson dan Zaporizhzhia.

Referendum paling cepat dilakukan pada minggu ini.

Masyarakat Ukraina yang kini tinggal di wilayah kekuasaan Rusia terancam penjara hingga 12 tahun jika ketahuan mendukung pemerintahan Rusia.

Dikutip TribunWow dari rt, ancaman ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina, Irina Vereshcuk pada Sabtu (3/9/2022).

Kondisi wilayah di Ukraina yang berhasil direbut kembali dari kekuasaan pasukan militer Rusia dalam serangan balik awal September 2022.
Kondisi wilayah di Ukraina yang berhasil direbut kembali dari kekuasaan pasukan militer Rusia dalam serangan balik awal September 2022. (YouTube CBS Mornings)

Baca juga: Sorot Sikap Negara Barat Bela Ukraina, Rusia Khawatirkan Keselamatan Putin saat Terbang ke Indonesia

Vereschuck memperingatkan para warga Ukraina agar tidak ikut-ikutan dalam referendum di wilayah Ukraina yang kini sedang dikuasai oleh pasukan militer Rusia.

Seperti yang diketahui, saat ini otoritas pro Rusia di Kharkov/Kharkiv, Kherson, Donetsk hingga Lugansk berencana mengadakan referendum bersatu dengan Rusia.

Namun masih belum jelas kapan referendum akan diadakan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved