Pilpres 2024
Berita Ganjar Pranowo: Kembali Puncaki Hasil Survei Capres, Jauh Kalahkan Prabowo dan Anies
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mendapat elektabilitas tertinggi dalam hasil survei Charta Politika bulan September 2024.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kian lama makin menonjol popularitasnya di kalangan rakyat Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, hal ini dibuktikan dengan tingkat elektabilitasnya yang begitu tinggi sebagai kandidat calon presiden 2024.
Ganjar bahkan menduduki peringkat satu dan mengalahkan nama besar lainnya dalam survei yang digelar lembaga Charta Politika pada bulan September 2022.
Baca juga: Puan Masih Dijagokan, PDIP Kesampingkan Elektabilitas Ganjar? Politikus: Warna Bagi Masyarakat
Hasil survei ini dibagikan melalui laman chartapolitika.com dengan judul 'Hasil Rilis Survei Nasional Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM'.
Dalam keterangannya, pihak Charta Politika merinci waktu survei serta para responden yang berasal dari berbagai provinsi.
"Survei dilakukan pada tanggal 6 – 13 September 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi," bunyi keterangan tersebut.
"Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±(2.82 persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen."
Melalui surveinya, Charta Politika memperlihatkan hasil bahwa pada sisi peta elektoral, PDIP, Gerindra dan Golkar menjadi tiga partai politik pilihan publik
tertinggi.
Sementara itu, pada pertanyaan terkait dengan calon Presiden, elektabilitas tertinggi adalah pada nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Baca juga: Berita Prabowo Subianto: Gara-gara Anies, Airlangga dan Prabowo Tunjukkan Sinyal Bersatu di 2024

Pilihan publik terhadap calon Presiden terbilang stabil jika ditarik garis dari beberapa bulan belakangan.
Dalam elektabilitas 10 nama, responden memilih nama kandidat calon presiden yang akan diusung jika pemilu diadakan saat ini juga.
Pada simulasi tersebut, Ganjar mendapat suara tertinggi sebanyak 31%, Prabowo di urutan kedua dengan 24,4% dan Anies di urutan ketiga dengan 20,6%.
Sementara itu, pada simulasi elektabilitas 3 nama, Ganjar kembali menduduki peringkat paling atas dengan 37,5% suara.
Prabowo kembali berada di urutan kedua dengan jumlah suara 30,5% disusul Anies dengan 25,2%.
Dalam survei ini, diperlihatkan juga hasil dari kategori calon Wakil Presiden.
Terlihat Menkoparekraf Sandiaga Uno (22,3%) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (20,8%) menjadi dua nama teratas pilihan publik, cukup jauh di atas nama-nama lainnya.

Baca juga: Bukan Ganjar dan Prabowo, Elektabilitas Anies di 2024 Paling Kuat saat Duet dengan Sosok Ini
Pakar Sebut Ganjar Dibully Justru Makin Kuat
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini disebut diperlakukan layaknya anak tiri di partainya sendiri.
Elite PDIP saat ini kompak bersatu mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden (capres) 2024 meskipun Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri belum mengambil keputusan.
Dikutip TribunWow dari tvonenews, sikap elit PDIP dan loyalis Puan yang bias ini disebut pada akhirnya akan menguntungkan Ganjar.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Disebut Sedang Dikucilkan Elite PDIP Buntut Rebutan Kursi dengan Puan

Analisis ini disampaikan oleh Analis Politik Universitas Bakrie, M. Tri Andika dalam Apa Kabar Indonesia Pagi, Kamis (22/9/2022).
Andika menjelaskan apabila Puan dan pendukungnya salah mengambil sikap maka Ganjar lah yang akan diuntungkan.
"Hati-hati Mbak Puan dalam memilih standing position narasinya," ujar Andika.
Andika menyoroti bagaimana sikap Puan dan elit PDIP saat ini menunjukkan Ganjar tengah dikucilkan.
"Jangan menjadikan seseorang atau kompetitor sebagai pihak yang harus disingkirkan," kata Andika.
"Kalau kita lihat dari beberap event-event di PDIP."
"Pak Ganjar terkesan tidak diberikan ruang, tidak dilibatkan," sambungnya.
Menurut Andika, kubu Puan seharusnya mengembangkan narasi positif yang tidak menyerang siapapun.
Ia mencontohkan agar kubu Puan mengkampanyekan narasi Puan sebagai capres perempuan di negara Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim dan menganut demokrasi.
"Jadi jangan terpaku kepada bagaimana caranya untuk meminimalkan atau menurunkan elektabilitas Pak Ganjar, jangan," ujar Andika.
"Justru nanti Pak Ganjar yang diberikan angin, simpati publik bisa mengalir ke situ," tandasnya.(TribunWow.com/Via/Anung)