Breaking News:

Pilpres 2024

Berita Anies Baswedan: Anies Jawab Isu Dihambat Jadi Capres 2024 oleh Sosok Misterius

Partai Demokrat sempat menyampaikan ada sosok misterius yang berusaha menghambat Anies agar tidak menjadi calon presiden di 2024.

Instagram/@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan kuliah umum The S.T. Lee Distinguished Lecture, pada Lee Kuan Yew School of Public Policy, di National University of Singapore, 14 September 2022. Terbaru, Anies menanggapi soal isu adanya sosok misterius ingin menjegalnya menjadi capres 2024. 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyatakan kesediaannnya bertarung sebagai calon presiden (capres) di 2024 jika ada partai yang mengusungnya.

Anies sendiri merupakan satu dari tiga tokoh nasional yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai Capres 2024.

Dikutip TribunWow dari Kompas, namun Partai Demokrat sempat menyebut ada sosok misterius yang berusaha menghambat upaya Anies menjadi Capres 2024.

Baca juga: Berita Anies Baswedan: Perhitungkan Anies Jadi Capres 2024, Demokrat Ungkit Lawan Pemerintah Jokowi

Tudingan ini awalnya disuarakan oleh Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman selepas Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat Tahun 2022 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

"Saya hanya dengar. Ada genderuwo, genderuwo ini kan suara yang tak jelas asal usulnya. Yang tidak menghendaki Anies jadi capres. Ada invisible hand, ingin menjegal," kata Benny.

Benny tidak merinci siapa sosok genderuwo yang ia maksud.

Demokrat sendiri telah mempertimbangkan untuk mengusung Anies sebagai Capres 2024.

Terkait isu invisible hand atau sosok misterius ini, Anies mengaku tidak tahu apa-apa.

"Oh enggak tahu saya. Saya enggak mau komentar dulu," kata Anies di JS Luansa Hotel, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Sebelumnya, nama Anies disebut akan diperhitungkan oleh Demokrat sebagai kandidat capres.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

"Ini banyak aspirasi kami dengar, apalagi ada masyarakat menyampaikan mengenai Anies beredar di mana-mana dan hasil survei sangat-sangat baik dan aspirasi cukup kuat, ini tentu salah satu masukan juga," kata Herzaky kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022).

Demokrat diketahui juga memasukkan nama Presiden PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai kandidat capres yang akan diusung oleh Demokrat.

Menurut Herzaky, tokoh-tokoh tersebut adalah sosok yang menjadi lawan dari pemerintahan saat ini yakni pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Kan sosok perubahan, sosok antitesis dari pemerintahan kan Mas AHY, Mas Anies, ada Pak Syaikhu kan gitu, ada Pak Salim Segaf, itu kan tokoh perubahan diluar dari pemerintah,” kata Herzaky.

Herzaky mengatakan, dalam rapimnas nanti akan ditampung aspirasi dari kader-kader Demokrat di seluruh Indonesia.

"Dan belum ada rapat pembahasan mengenai ini. Jadi penting Rapimnas besok, karena disitu karena kami akan menanyakan masukan-masukan dari pusat, daerah, provinsi kabupaten/kota," ujarnya.

Selain membahas soal sosok capres, Demokrat juga akan membahas terkait koalisi parpol.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) duduk berdampingan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta dan Maluku Utara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/3/2022).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) duduk berdampingan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta dan Maluku Utara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/3/2022). (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

Baca juga: Berita Anies Baswedan: Janji Kampanye Anies Diungkit DPRD F-PDIP, NasDem Langsung Membela

AHY Tak Deklarasi Maju di 2024

Di sisi lain, teriakkan 'AHY presiden' terus disuarakan oleh audiens saat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pidato pada acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, Jumat (16/9/2022).

Di dalam acara tersebut, AHY turut membahas sikap Partai Demokrat dalam pemilihan umum (pemilu) 2024.

Dikutip TribunWow dari Kompastv, meski membahas soal pemilu termasuk calon presiden dan calon wakil presiden, AHY sama sekali tidak menyatakan atau mendeklarasikan diri akan maju di 2024 nanti.

Baca juga: Berita Prabowo Subianto: Sandiaga Uno Beri Sinyal akan Pisah di 2024? Gerindra Beri Peringatan

AHY hanya memaparkan kriteria capres dan cawapres yang akan diusung oleh Demokrat di 2024 nanti.

Pertama, AHY menjelaskan capres dan cawapres yang akan diusung oleh Demokrat harus sesuai dengan kriteria sikap politik partai Demokrat yakni perbaikan dan perubahan.

"Saat ini Demokrat tengah intens membangun komunikasi dengan dua partai," ujar AHY tanpa merinci siapa partai politik yang kini ia dekati.

AHY lalu menyampaikan, capres dan cawapres jagoan Demokrat nantinya harus memiliki integritas dan kapasitas.

"Pasangan itu harus memiliki elektabilitas atau dukungan terkuat dari rakyat," kata AHY.

AHY juga menekankan pentingnya antara capres dan cawapres memiliki chemistriy dan saling percaya serta melengkapi.

Meski tak menyatakan akan maju di 2024, AHY memberikan sinyal bahwa ada kader internal Demokrat yang akan diupayakan masuk dalam ajang Pilpres 2024.

"Demokrat siap untuk memperjuangkan kader utamanya menjadi bagian dari pasangan capres dan cawapres yang akan diusung," papar AHY.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/5/2021). Terbaru, Anies mejawab soal kemungkinan duet bareng AHY di 2024.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/5/2021). Terbaru, Anies mejawab soal kemungkinan duet bareng AHY di 2024. (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Baca juga: Berita Anies Baswedan: Perhitungkan Anies Jadi Capres 2024, Demokrat Ungkit Lawan Pemerintah Jokowi

Demokrat Bantah Bela Anies demi AHY di 2024

Sebelumnya diberitakan, pernyataan seorang kader Partai Demokrat kini tengah menjadi sorotan seusai menuding adanya upaya dari pihak tertentu yang ingin menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tak maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief yang juga menyebut Pilpres 2024 tidak akan adil jika dicampuri oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip TribunWow dari Tribunews, pernyataan Andi Arief turut diamini oleh Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani.

Baca juga: Berita Prabowo Subianto: Jadi Sosok Capres 2024 Paling Dipercaya Publik karena Loyal ke Jokowi

Kamhar mengungkit bagaimana adanya gerakan dari relawan Jokowi yang ia sebut memiliki pengaruh sama atau lebih dari partai politik.

"Jelas juga terbaca jika arah politik relawan menjalankan dua skenario," kata Kamhar.

Skenario pertama yang dimaksud Kamhar adalah pelanggengan kekuasaan.

Lalu skenario kedua menurut penjelasan Kamhar adalah menyiapkan pengganti jika skenario pertamanya gagal dan mendapat penolakan yang kuat dari rakyat.

"Untuk skenario kedua ini jelas terbaca publik bukan mengarah ke Mas Anies, malah sebaliknya Mas Anies lah yang dianggap sebagai ganjalan," kata Kamhar.

Kamhar turut membantah komentar dari pengamat politik Adi Prayitno.

Adi Prayitno sempat menyebut aksi Demokrat menyuarakan isu penjegalan Anies adalah hal yang berlebihan.

Menurut Adi Prayitno, niat asli Demokrat adalah menyandingkan Anies dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di tahun 2024 nanti.

Kamhar tegas membantah tanggapan Adi Prayitno.

Kamhar mengambil contoh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memiliki elektabilitas tinggi belum tentu menjadi rebutan partai politik.

"Faktanya yang disebutnya tertinggi pun, katakanlah Mas Ganjar juga tidak menjadi rebutan partai-partai. Malah sebagai anggota partai, partai tempat bernaungnya pun sampai saat ini belum memberikan sinyal dukungan," kata Kamhar.

Kamhar meminta Jokowi belajar kepada mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menurut Kamhar tidak mencampuri urusan pilpres.

"Hemat saya, ini yang menjadi substansi kritik Bang Andi Arief, agar Pak Jokowi bersikap dan berdiri sebagai negarawan," jelasnya.

"Bukan mengintervensi (Pilpres) atau mempersiapkan jagonya," kata Kamhar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri upacara peringatan HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri upacara peringatan HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022). (YouTube Kompastv)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah satu dari beberapa tokoh nasional yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai calon presiden (capres) 2024.

Saat ini sudah ada tiga partai politik (parpol) yang mempertimbangkan mengusung Anies dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Dikutip TribunWow dari Kompas, ketiga partai tersebut memiliki alasannya tersendiri dalam mengusung Anies.

PKS Lihat Kriteria Anies

Satu dari tiga partai yang akan mengusung Anies adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.

"Nama capres sendiri masih terus kita kaji, masih kita dalami. Kita lihat kriteria-kriteria, Insya Allah Pak Anies salah satu orang yang dikaji," kata Jazuli ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Ungkit Elektabilitas, Pengamat Duga PDIP Masih akan Prioritaskan Puan di 2024

Namun Jazuli menegaskan bahwa Anies bukan lah satu-satunya tokoh yang dipertimbangkan oleh PKS.

PKS juga tidak menjawab apakah Anies kandidat kuat capres dari PKS.

"Kuat tidak kuat itu nanti, begitu diumumkan, dia lah yang paling kuat," ujar Jazuli. (TribunWow.com/Anung/Via)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved