Terkini Nasional
Gebrak Meja, Dandim Cilegon Murka karena Pernyataan Effendi Simbolon: Darah Kami Mendidih
Dandim 0623/Cilegon Letnan Kolonel Inf Ari Widyo memperlihatkan kemarahan dan menuntut permintaan maaf dari anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Beredar sebuah video yang memperlihatkan kemarahan sejumlah anggota TNI karena pernuataan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon.
Dilansir TribunWow.com, komandan militer (Dandim) dalam tayangan tersebut sampai menggebrak meja dengan keras.
Bersama jajarannya, ia menuntut permintaan maaf dari Effendi Simbolon, yang dinilai menghina TNI.
Baca juga: Sampai Dilaporkan ke MKD, Ini Ucapan Effendi Simbolon yang Dikecam TNI, Sebut Gerombolan dan Ormas
Rupanya, orang dalam video tersebut adalah Dandim 0623/Cilegon, Jawa Barat, Letnan Kolonel Inf Ari Widyo.
Seperti dikutip dari kanal YouTube Tribunnews, Rabu (14/9/2022), Ari dengan lantang menyatakan penolakannya.
"Kau bilang TNI gerombolan seperti ormas, kami tidak terima," seru Ari.
"Darah kami mendidih, kau Effendi Simbolon melukai kami prajurit TNI."
Kemudian ia menyoroti perkataan Effendi terkait dugaan ketidakharmonisan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.
"Kau adu domba pimpinan kami, kau adu domba TNI," tuding Ari.
"Kami seluruh prajurit Kodim 0623 Cilegon sakit hati, kami sudah mengabdikan diri kami untuk NKRI, bekerja 24 jam tujuh hari untuk NKRI kau bilang gerombolan, sungguh menyakitkan."
Setelah menyatakan rasa tidak terimanya, Ari kemudian menggebrak meja.
Ia bersama jajarannya menuding ke arah kamera dan menuntut permintaan maaf Effendi dengan segera dan secara terbuka.

Tak hanya dari Kodim 0623 Cilegon, sejumlah kecaman juga ramai-ramai diungkapkan satuan TNI di berbagai wilayah.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari menekankan tak ada keterlibatan petinggi TNI atas maraknya gerakan tersebut.
"Saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," tegas Hamim pada Tribunnews.com, Selasa (13/9/2022).