Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

15 Tahun Berkuasa, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Umumkan Ingin Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan sedang mempertimbangkan pengunduran diri dari posisinya setelah 15 tahun.

Capture YouTube Kompas TV
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat berpidato di depan pasukannya, diunggah Kamis (3/3/2022). Terbaru, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan sedang mempertimbangkan pengunduran diri dari posisinya setelah 15 tahun. 

TRIBUNWOW.COM -  Ramzan Kadyrov dikabarkan tengah mempertimbangkan pengunduran diri dari posisinya sebagai Pemimpin Chechnya setelah 15 tahun.

Ramzan Kadyrov mempertimbangkan mundur karena alasan "telah berkuasa terlalu lama."

“Saya sendiri memperhatikan bahwa saya memimpin terlalu lama. Saya pikir saya sepenuhnya layak mendapatkan liburan yang tidak terbatas dan panjang. Saya harap Anda mendukung dan memahami saya," katanya menurut sebuah video yang diunggah di saluran Telegram Ramzan Kadyrov pada Sabtu (4/9/2022) sebagaimana dilansir Jerusalem Post.

"Saya pikir waktu saya untuk pergi telah tiba, sebelum saya dikeluarkan. Saya pikir waktu bagi saya untuk pergi telah tiba, sebelum saya ditendang keluar," ujar sekutu Vladimir Putin.

Baca juga: Ditanya soal Krisis akibat Konflik Rusia, Istri Zelensky Bandingkan Nasib Ukraina dengan Inggris

Sosok Ramzan Kadyrov

Kadyrov (45 tahun) telah menjadi kepala Chechnya sejak 2007, lebih lama dari pemimpin lainnya di wilayah yang dikuasai Rusia.

Terakhir kali Kadyrov terpilih kembali sebagai kepala republik pada September 2021, dengan masa jabatannya berakhir pada 2026.

Kadyrov mencalonkan diri tanpa lawan setelah didorong oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, menang dengan 99,97 persen suara.

Baca juga: Bocah di Chernihiv Tembak 4 Anak-anak saat Mainan Senjata Peluncur Roket Milik Pasukan Ukraina

Penguasa ini telah dituduh oleh kelompok advokasi mengawasi dan menutup mata terhadap penculikan, penyiksaan dan pembunuhan, serta menekan oposisi politik dan melembagakan hukum represif terhadap komunitas LGBTQ.

Pelanggaran itu terjadi meskipun ia bersumpah tahun lalu dalam pidato pelantikannya masa jabatan keempatnya, untuk "melindungi hak asasi manusia," menurut Forbes.

Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskwa, pada 31 Agustus 2019.
Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskwa, pada 31 Agustus 2019. (AFP PHOTO/ALEXEY NIKOLSKY)

Pada 2020, Amerika Serikat memberikan sanksi kepadanya atas pelanggaran hak asasi manusia seputar penganiayaan terhadap komunitas LGBTQ dan penahanan jurnalis.

Dia juga telah menjadi pendukung utama invasi Rusia ke Ukraina, mengatakan kepada Putin bahwa dia “siap untuk memberikan hidup saya” untuk tujuan tersebut.

Kadyrov menyerukan agar Rusia tidak “memanjakan” pasukan Ukraina, dan mengecam negara-negara Barat karena menentang perang.

Dia pun mendesak penduduk negara-negara tersebut untuk “bangkit” melawan pemerintah mereka.

Apa yang akan Kadyrov Lakukan Sekarang?

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Ramzan KadyrovChechnyaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyRusiaUkraina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved