Polisi Tembak Polisi
Dihubungi Ferdy Sambo, Hotman Paris Tolak Mentah-mentah Jadi Pengacara Tersangka Kasus Brigadir J
Pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku sempat diminta Ferdy Sambo untuk jadi pengacaranya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengaku sempat dihubungi oleh mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Dilansir TribunWow.com, Hotman Paris ketika itu diminta untuk menjadi pengacara dari tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tersebut.
Namun, Hotman Paris tegas memberikan penolakan pada suami Putri Candrawathi itu.
Baca juga: Ferdy Sambo Diyakini Sebabkan Kematian Brigadir J, Pengacara: Tembakan Terakhir Sangat Vital
Hal ini diungkapkannya dalam tayangan Pagi-Pagi Ambyar di kanal YouTube TRANS TV Official, Kamis (1/9/2022).
Hotman Paris memberikan analisa terkait kasus pembunuhan Brigadir J.
Ia menilai saat ini tinggal menanti putusan hukuman untuk Ferdy Sambo Cs yang sudah mengakui perbuatannya.
Rupanya, Hotman Paris sempat dihubungi Ferdy Sambo dan dimintai bantuan hukum.
Namun ia segera memberikan penolakan karena berbagai alasan.
Satu di antaranya adalah kesibukannya menangani dua kasus viral yang diduga adalah kasus pencurian coklat di Alfamart dan pemukulan oleh anggota DPRD Palembang.
"Untuk kali ini, saya tidak bisa," tegas Hotman Paris.
"Karena alasan tertentu, terutama pas dalam bulan yang sama, ada dua kasus viral rakyat kecil yang berhasil saya tolong."

Baca juga: Yakin Konsorsium 303 Kaisar Ferdy Sambo Bukan Hoaks, IPW Bongkar Jumlah Bayaran Bekingan Bandar Judi
Di sisi lain, Hotman Paris menerangkan bahwa profesi pengacara bukan hanya membela korban, tapi juga pelaku.
Karenanya, status Ferdy Sambo sebagai tersangka bukanlah alasan baginya untuk menolak.
"Tidak benar bahwa pengacara hanya membela orang yang jujur atau bersih," tutur Hotman Paris.
Menurut Hotman Paris, pengacara tersangka memiliki peran untuk membantu hakim membuat keputusan agar hukuman yang diterima setimpal dan tidak berat sebelah.
"Pengacara itu, kepada pihak yang bersalah pun harus bekerja agar bisa dihukum sesuai kesalahannya," tandasnya.
Baca juga: Ucapan Ferdy Sambo yang Berhasil Hipnotis Polisi untuk Rekayasa Kasus Brigadir J: Percuma Bintang 2!
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 03.57:
Hotman Paris Sebut Ferdy Sambo Sempat Nangis
Sebelumnya, pengacara Hotman Paris Hutapea sempat buka suara soal kelanjutan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dilansir TribunWow.com, Hotman Paris mempertanyakan pengakuan saksi kunci di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Melalui akun Instagram @hotmanparisofficial, pengacara berdarah Batak itu menyebut tersangka Ferdy Sambo sempat menangis.
Baca juga: Punya 70 Aspri, Hotman Paris Beberkan Gaji per Orang Bisa Puluhan Juta, Raffi Ahmad sampai Terkejut
Lantas, apa maksud Hotman Paris menyinggung hal tersebut?
Dalam video singkat yang diunggahnya, Hotman mengatakan hanya mempertanyakan keterangan saksi kunci tersebut.
"Ada satu hal yang menggelitik, insting hukum saya sedikit bersuara," ungkap Hotman.
"Dan ini bukan pernyataan, bukan kesimpulan, hanya berupa pertanyaan."
Hotman menyebut Ferdy Sambo sempat menangis seusai kembali dari Magelang.
Baca juga: Tunjukkan Isi Dompet, Hotman Paris Sebut Dompetnya Murah Beli di Pinggir Jalan, Raffi Ahmad Tertawa

Baca juga: Gemas, Raffi Ahmad Cium Pipi Hotman Paris, sang Pengacara Malu sampai Tutup Muka: Terserah Kamu
Tangis Sambo itu, katanya, pecah seusai mendengar pengakuan sang istri, Putri Candrawati alis PC.
"Apakah benar sesudah tiba dari Magelang ke Jakarta, di rumah pribadi Nyonya PC cerita apa yang dialami olehnya di Magelang," ujar Hotman.
"Dan pada saat itu, seorang jenderal yang adalah suaminya, Sambo, menangis."
"Benar enggak itu kejadian seperti kata saksi? Apakah benar para saksi kunci menyatakan itu di BAP?," sambungnya.
Jika hal itu benar, kata Hotman, pembunuhan Brigadir J diduga tak direncanakan sebelumnya.
"Sebab kalau benar saksi kunci memberikan kesaksian bahwa seorang suami menangis begitu mendengar cerita istrinya, maka bisa berakibat ke apakah itu 338 atau 340," beber Hotman.
"Karena emosi berbeda dengan perencanaan."
"Kalau perencanaan tentu matang, kalau emosi masuk ke unsur pembunuhan spontan," tandasnya.(TribunWow.com)