Konflik Rusia Vs Ukraina
Gencarkan Serangan Balasan, Zelensky Gertak Pasukan Rusia untuk Segera Kabur dari Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan peringatan pada pasukan Rusia untuk segera mundur karena serangan balasan mulai dilancarkan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Arestovych juga mengatakan pasukan Ukraina menembaki feri yang digunakan Rusia untuk memasok pasukannya di tepi barat Dnieper.
Natalia Humeniuk, juru bicara militer Ukraina, pada hari Selasa mengatakan Kyiv dapat menghancurkan jembatan ponton di seberang sungai yang coba dibangun oleh Rusia atau menyeberanginya.
"Seluruh area di mana penyeberangan seperti itu dapat dibangun berada di bawah kendali kami dan (setiap struktur baru) akan diserang," kata Humeniuk.
Inggris, sekutu Ukraina, mengatakan pada hari Selasa bahwa Kyiv telah meningkatkan serangan artileri di seluruh front selatan, tetapi itu belum mungkin untuk mengkonfirmasi sejauh mana kemajuan teritorial Ukraina.
Vitaliy Kim, gubernur wilayah Mykolaiv dekat dengan garis depan utara Kherson, membeberkan harapan pembebasan daerahnya dari cengkeraman Rusia.
"Pertempuran sengit sedang terjadi. Militer kami bekerja sepanjang waktu. Pembebasan wilayah Kherson akan segera datang," ujar Kim.
Laporan, gambar, dan rekaman yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan pasukan Ukraina mungkin telah merebut kembali beberapa desa dan menghancurkan beberapa target Rusia di selatan.
Baca juga: Potensi Kebocoran Radiasi Nuklir Makin Kritis akibat Diserang Rusia, Ukraina Bagikan Tablet Yodium
Putin Perintahkan Tambah 2 Juta Pasukan
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan jajarannya untuk melakukan perluasan militer, Kamis (25/8/2022).
Dilansir TribunWow.com, perluasan tersebut satu diantaranya dengan menerapkan penambahan personel tentara.
Perintah ini diturunkan setelah Moskow selama enam bulan masih kesulitan memenuhi tujuannya di Ukraina.
Baca juga: Menhan Putin Tuduh AS Ganggu Keamanan Regional Asia Tenggara, Manfaatkan Konflik Rusia dan Ukraina?
Dilaporkan The Moscow Times, perubahan yang diajukan Putin tersebut mencangkup penambahan jumlah total staf militer dan sipil di Angkatan Bersenjata Rusia.
Dari jumlah 1,9 juta personel, pasukan akan ditingkatkan menjadi hampir 2,04 juta orang.
Peningkatan hanya akan datang dari penambahan tentara baru, bukan pegawai sipil baru, yang berarti bahwa jumlah tentara akan meningkat dari 137.000 orang menjadi 1,15 juta orang.
Menurut dekrit Putin, militer Rusia akan beroperasi pada tingkat baru ini mulai awal tahun depan.

Baca juga: Rusia Serang Ukraina Tepat di Hari Kemerdekaan, Zelensky Kecam Keras dan Ungkap Jumlah Korban Tewas