Polisi Tembak Polisi
Beri Perhatian pada Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Pesan Jokowi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyinggung soal rekonstruksi kasus Brigadir J dan mengingatkan soal pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Wakil Presiden KH Mar'uf Amin mengingatkan perlunya transparansi dalam proses penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, Ma'ruf Amin mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan agar kasus ini dibuka seterang-terangnya.
Selain itu, ia memberi perhatian khusus pada kecocokan proses rekonstruksi dan penulisan Berita Acara Perkara (BAP).
Baca juga: Yakin Konsorsium 303 Kaisar Ferdy Sambo Bukan Hoaks, IPW Bongkar Jumlah Bayaran Bekingan Bandar Judi
Pernyataan tersebut disampaikannya melalui tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (31/8/2022).
Menurut Ma'ruf Amin, proses penyidikan yang dilakukan secara terbuka merupakan amanat dari Jokowi.
Diwanti-wanti juga bahwa kasus ini harus terus diungkap secara tuntas, transparan, dan akuntabel.
"Itu sudah memang sesuai dengan keinginan Presiden, keinginan kami, supaya terus diproses tuntas," kata Ma'ruf Amin.
"Jangan ada yang ditutup-tutupi, semua dibuka."
Ma'ruf Amin menyoroti perlunya diperhatikan kesesuaian reka ulang peristiwa dengan BAP yang disusun pihak kepolisian.
Dengan adanya kecocokan tersebut, pengujian dan pembuktian di persidangan akan berlangsung dengan lebih jelas.
"Oleh karena itu untuk membuktikan, kemudian selain di BAP juga di rekonstruksi untuk mencocokan, untuk meyakinkan apa yang selama ini di BAP supaya lebih jelas untuk pembuktiannya," terang Ma'ruf Amin.
Baca juga: Mengaku Diusir, Kamaruddin Ancam Lapor ke Jokowi Buntut Dilarang Kawal Rekonstruksi Kasus Brigadir J
Diketahui, Jokowi tercatat sebanyak empat kali berkomentar di depan publik soal kasus pembunuhan Brigadir J yang ternyata diotaki oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Dikutip TribunWow.com dari YouTube metrotvnews, terakhir kali, Jokowi menyampaikan saat ini dirinya tidak perlu lagi berbicara soal kasus Brigadir J.
Jokowi menyerahkan pengusutan kasus kepada Polri.
"Saya sudah empat kali berbicara mengenai ini, masalah kita yang lain kan juga banyak," ujar Jokowi dalam wawancara spesial metrotv, Rabu (17/8/2022).
Jokowi menjelaskan, dirinya sempat berkali-kali berkomentar soal kasus ini agar masyarakat bisa terus percaya kepada Polri.
"Sejak awal saya sampaikan agar kasus ini diusut dan dituntaskan," kata Jokowi.
"Dan juga agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri tidak terganggu," jelasnya.
Baca juga: Sebut Sambo Miliki Kuasa seperti Bintang 5, Mahfud MD Ungkit Jokowi Turun Tangan: Semuanya Takut
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Alasan Jokowi Beri Perhatian Khusus pada Kasus Pembunuhan Brigadir J
Dilansir TribunWow.com, Jokowi selama ini terlihat memberikan perhatian khusus pada kasus yang melibatkan eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tersebut.
Rupanya, orang nomor satu di Indonesia tersebut memiliki alasan tersendiri hingga 4 kali memberi instruksi tegas terkait kasus ini.
Baca juga: Serahkan Kasus Pembunuhan Brigadir J ke Polri, Jokowi: Saya Sudah 4 Kali Berbicara Mengenai Ini
Alasan tersebut diungkapkan Jokowi ketika berbincang dengan jurnalis senior Karni Ilyas yang ditayangkan dalam kanal YouTube tvOneNews.
Saat itu, Karni Ilyas menyoroti perhatian Jokowi yang begitu besar pada kasus Brigadir J.
Sang Presiden bahkan menyampaikan instruksi tegas hingga secara langsung memanggil Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Jokowi, kasus yang melibatkan institusi penegak hukum ini telah menarik perhatian publik yang begitu masif.
Sehingga, ia menilai pengungkapan kasus ini merupakan hal yang penting bagi kredibilitas Polri.
"Ya karena peristiwa ini menjadi perhatian publik yang amat sangat, tinggi sekali perhatian publik terhadap peristiwa ini," kata Jokowi, Rabu (17/8/2022).
"Masyarakat memperhatikan, sehingga sejak awal saya sampaikan, usut tuntas, jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya."
"Ini penting karena publik ingin melihat Polri bisa menyelesaikan masalah ini atau tidak, dan alhamdullilah selesai."
Baca juga: Jokowi Tegaskan agar Kasus Brigadir J Diusut Tuntas: Buka Apa Adanya, Jangan Ada yang Ditutup-tutupi
Hingga hari ini, Polri telah menetapkan empat tersangka pembunuhan Brigadir j, termasuk sang atasan Ferdy Sambo.
Bahkan, suami Putri Candrawathi itu kini terancam akan dijatuhi hukuman mati karena disangkakan pasal 340 KUHP soal pembunuhan berencana.
Namun, masih ada beberapa hal terkait motif dan dugaan penyuapan oleh Ferdy Sambo yang masih perlu diselidiki.
"Saya kira apa yang menjadi harapan publik betul-betul dituntaskan oleh Polri, meskipun ini masih ada proses selanjutnya," beber Jokowi.
Kasus ini juga telah menyeret 35 petugas polisi dari berbagai divisi yang diduga melanggar kode etik.
Sejumlah pejabat Polri berpangkat tinggi ikut dicopot karena keterlibatannya,
Jokowi menilai hal ini adalah bentuk realisasi dari mandat yang diberikan agar Polri secara tegas membuka kasus ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Ya itu ketegasan Polri, kalau memang terlibat dan nanti di pengadilan terbukti ya itulah apa adanya kita sampaikan, tidak ada yang ditutup-tutupi," tandasnya. (TribunWow.com/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/wakil-presiden-kh-maruf-amin-selasa-282022.jpg)