Persib Bandung
Blunder Transfer Persib Bandung Semakin Terlihat: Lini Belakang Babak Belur, 2 Sosok Ini Terancam
Persib Bandung semakin terlihat lakukan blunder transfer, lini belakang jadi babak belur hingga nasib dua sosok ini terancam.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Persib Bandung benar-benar babak belur di gelaran Liga 1 2022 setelah kebobolan 18 gol dari 7 pertandingan yang telah dilakoni.
Dilansir TribunWow.com, terkini, Persib Bandung dihajar telak oleh PSM Makassar dengan skor 1-5 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (29/8/2022).
Kekalahan itu menjadi kekalahan telak ketiga Persib Bandung di gelaran Liga 1 2022.
Sebelumnya, Persib Bandung harus puas ditekuk oleh Madura United dan Borneo FC.
Baca juga: Pertaruhan Besar Luis Milla: Datang ke Persib Bandung di saat Krisis, 1 Hal Ini Jadi Konsekuensinya
Bahkan, kekalahan telak Persib Bandung kontra Madura United terjadi di markas mereka sendiri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di depan para Bobotoh.
Kala itu, Persib Bandung harus puas ditundukkan dengan skor 1-3 oleh Madura United.
Sementara saat melawan Borneo FC, Persib Bandung harus puas dilibas Pesut Etam dengan skor telak 4-1 di Stadion Segiri, Samarinda.
Total, Persib Bandung telah kebobolan 18 gol dari 7 pertandingan yang telah dilakoninya di Liga 1 2022.
18 gol dari 7 pertandingan menasbihkan Persib Bandung menjadi tim paling banyak kebobolan di Liga 1 2022 saat ini.
Hasil minor Persib Bandung membuatnya kini terjerembab di posisi ke-14 klasemen sementara Liga 1 2022 dengan raihan 7 poin dari 7 laga.

Baca juga: Persib Dilibas PSM Makassar 5-1, Bobotoh Langsung Desak Luis Milla Segera Lakukan 1 Hal Krusial Ini
Selain itu, kiprah Persib Bandung di musim ini sangat berbanding terbalik jika dibandingkan dengan apa yang dituai musim lalu.
Musim lalu, Persib Bandung berhasil menjadi tim dengan rasio kebobolan terminim hanya mencapai 22 gol dari 34 pertandingan.
Bahkan, catatan itu mengalahkan sang jawara Liga 1 2021, Bali United yang total kebobolan 26 gol dari 34 laga.
Tak hanya itu, catatan buruk dimusim ini juga jadi paling buruk jika dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya sejak tahun 2003.
Sementara paling terkecil terjadi di edisi 2006 yang hanya mencapai rasio 1,57 gol per laga.