Kabar Tokoh
Berita Anies Baswedan: Gubernur DKI Sebut Masa Depan Jakarta Bisa Dilihat di Kota Tua, Ini Alasannya
Anies Baswedan menyebut masa depan Jakarta sudah bisa dilihat dari kondisi di Kota Tua.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kawasan wisata Kota Tua Jakarta disebut merupakan kondisi Ibu Kota di masa depan nanti.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa di kawasan Kota Tua dapat terlihat masa depan dan masa lalu Jakarta.
Dikutip TribunWow, pernyataan ini diungkapkan oleh Instagram @aniesbaswedan.
Baca juga: Berita Ganjar: Menurut Survei, Bisa Kalahkan Prabowo hingga Anies jika Pilpres Digelar saat Ini
Maksud masa depan Jakarta yang dijelaskan oleh Anies adalah di kawasan Kota Tua, daerah ini dirancang untuk kenyamanan maksimal bagi pejalan kaki serta didesain rendah emisi.
Anies turut menyampaikan bangunan-bangunan tua bersejarah di Kota Tua tetap dipertahankan sebagai pengingat akan sejarah.
Ia menjelaskan, revitalisasi Kota Tua kini telah berada di tahap akhir.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Anies:
"KOTA TUA ADALAH KOTA MASA DEPAN
Di Kota Tua kita akan menyaksikan kawasan baru yang mewakili Jakarta masa depan.
Revitalisasi Kota Tua dirancang untuk menghadirkan kawasan wisata yang memanusiakan pejalan kaki, berorientasi pada mobilitas yang aktif dan setara untuk semua, serta ramah lingkungan (rendah emisi).
Di Kota Tua bukan hanya bangunan bersejarah, di sini ada juga kampung-kampung tua dan ini jangan dihilangkan, harus dirawat, dikembangkan, karena itu bagian dari sejarah perjalanan bangsa kita.
Sebuah revitalisasi progresif tanpa melupakan akar sejarahnya.
Perasaan kesetaraan inilah kekuatan terobosan yang ada di kota ini, dan inilah masa depan. Lalu di tempat ini ada salah satu Stasiun paling tua di Jakarta, usianya hampir seabad, yang nantinya akan terintegrasi dengan stasiun MRT yang modern.
Insya Allah Jakarta akan terus menerus mengalami modernisasi dan mencerminkan kota global.
Kini lebih nyaman ke Kota Tua dengan naik transportasi umum terintegrasi, seperti KRL, Transjakarta atau bersepeda.
Karena Kota Tua telah ditetapkan sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE) / Low Emission Zone, dan menjadi salah satu simpang temu berbagai moda transportasi publik.