Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Diduga Mulai Kehabisan Tentara, Putin Perintahkan Penambahan 2 Juta Pasukan Rusia di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin secara mendadak memerintahkan adanya penambahan pasukan militer Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
The Telegraph
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022). Terbaru, Putin perintahkan penambahan pasukan militer Rusia, Kamis (25/8/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan jajarannya untuk melakukan perluasan militer, Kamis (25/8/2022).

Dilansir TribunWow.com, perluasan tersebut satu diantaranya dengan menerapkan penambahan personel tentara.

Perintah ini diturunkan setelah Moskow selama enam bulan masih kesulitan memenuhi tujuannya di Ukraina.

Baca juga: Menhan Putin Tuduh AS Ganggu Keamanan Regional Asia Tenggara, Manfaatkan Konflik Rusia dan Ukraina?

Dilaporkan The Moscow Times, perubahan yang diajukan Putin tersebut mencangkup penambahan jumlah total staf militer dan sipil di Angkatan Bersenjata Rusia.

Dari jumlah 1,9 juta personel, pasukan akan ditingkatkan menjadi hampir 2,04 juta orang.

Peningkatan hanya akan datang dari penambahan tentara baru, bukan pegawai sipil baru, yang berarti bahwa jumlah tentara akan meningkat dari 137.000 orang menjadi 1,15 juta orang.

Menurut dekrit Putin, militer Rusia akan beroperasi pada tingkat baru ini mulai awal tahun depan.

Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina. Terbaru, ilustrasi tentara Rusia.
Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina. Terbaru, ilustrasi tentara Rusia. (AFP)

Baca juga: Rusia Serang Ukraina Tepat di Hari Kemerdekaan, Zelensky Kecam Keras dan Ungkap Jumlah Korban Tewas

"Saya ingin tahu apakah ini akan berarti draf yang lebih besar. Jika itu artinya, dan terlalu dini untuk mengatakannya, itu akan menjadi kemunduran besar selama 15-20 tahun terakhir dari kebijakan personel," cuit Dara Massicot, seorang peneliti senior di think tank RAND yang berbasis di AS dan mantan analis senior di Pentagon.

"Ekspansi seperti ini adalah langkah yang anda lakukan ketika perkiraan strategis untuk masa depan di dalam Staf Umum suram, atau anda memiliki konflik atau proyek jangka panjang dalam pikiran."

Para pejabat AS memperkirakan bahwa Rusia telah kehilangan 75.000 tentara tewas dan terluka selama enam bulan pertempuran di Ukraina.

Kini, militer Rusia diyakini menderita kekurangan tenaga kerja yang akut.

Perintah terakhir Putin untuk meningkatkan jumlah militer terjadi pada tahun 2017.

Ketika itu, Putin meminta peningkatan jumlah tentara menjadi lebih dari 1 juta orang.

Sementara itu, menurut beberapa laporan media independen, jenderal Rusia percaya bahwa perang di Ukraina dapat berlangsung beberapa tahun lagi.

Baca juga: Tentara Ukraina Pakai Taktik Bumi Hangus, Rusia Sebut Pasukan Zelensky Bertindak seperti Teroris

Rusia Diklaim Mulai Goyah

Halaman
12
Tags:
RusiaVladimir PutinUkrainaVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved