Gibran Wali Kota Solo
Momen Gibran Copot Masker Paspampres Pemukul Sopir Truk di Solo Viral: Saya Hanya Melindungi Warga
Momen Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka marah hingga melepas masker Paspampres yang memukul warganya viral di media sosial. Ini klarifikasinya.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Tapi caranya melepas masker Paspampres menurut saya kurang sopan pak wali @gibran_tweet , marah boleh, tapi ingat mereka itu tentara loh, harus tetap di jaga wibawanya," tweet-nya.
Meskipun ada yang mencibir, ada pula yang mendukung Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah netizen menilai anggota Paspampres itu melakukan aksi pemukulan dalam keadaan salah dan tidak bertugas melakukan pengawalan.
"Nerobos lampu merah pas nggak lagi ngawal, tabrakan, terus arogan. Dia aja nggak bisa jaga wibawa sendiri," Tweet akun @akhsan555
Merespons banyaknya tanggapan yang ditujukan dirinya, Gibran Rakabuming Raka menegaskan aksi yang ia perlihatkan semata-mata sebagai bentuk pembelaan atas warganya yang terintimidasi oleh anggota Paspampres.
"Iya memang (wibawa rakyat tertinggi), yang saya jaga wibawanya korban. Wes jelas, apa meneh? (apa lagi?) apa meh nyangah (apa akan menyanggah ?) Ceto-ceto diantemi (jelas-jelas dipukuli) seh dibelo (kok dibela)," jelas Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (13/8/2022).
Bahkan menurut suami Selvi Ananda ini, tindakan itu juga sebagai bentuk perlindungan warga jika adanya kejadian serupa.
"Enggak ada peringatan-peringatan apapun, saya hanya melindungi warga saya" jelasnya.
Di sisi lain, Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat Sudjatmiko telah meminta maaf kepada Gibran atas perbuatan anggotanya, Heri Misbah, yang memukul warga Solo.
Serta dirinya juga berjanji akan memberikan sanksi bagi prajuritnya bersalah.
Merespons hal itu, Gibran Rakabuming Raka tak mau berkomentar banyak.
"Urusannya komandan. Tugasnya komandan, (ada harapan?) Tidak ada harapan," ucap Gibran.
Masalah belum selesai
Meski Heri sudah meminta maaf, Gibran menilai permasalahan tersebut belum selesai dengan dirinya.
"Bagi saya belum selesai. Mereka minta maafnya karena beritanya viral. Kalau nggak viral, mereka enggak mungkin minta maaf," ujar Gibran.